3 Macam dan Jenis Gunung Api yang Ada di Indonesia

Gunung berapi atau gunung api merupakan bukit berbentuk kerucut yang terbentuk dekat dengan ventilasi dan terhubung dengan reservoir magma.

Indonesia merupakan negara yang menjadi pertemuan antara Sirkum Mediteran dan Sirkum Pasifik sehingga memiliki banyak gunung berapi (aktif). Gunung-gunung aktif ini memiliki bentuk yang berbeda-beda karena faktor proses terbentuknya.

Berdasarkan bentuknya, gunung api dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu gunung berapi strato, perisai, dan maar. Berikut penjelasan detailnya.

Gunung api strato

l 57

Gunung api strato atau disebut juga gunung api kerucuk merupakan bentuk sebagian besar gunung di dunia. Strato sendiri berarti lapisan. Maka, seperti namanya, gunung api strato bentuknya berlapis-lapis karena faktor proses pembentukannya.

Letusan pada jenis gunung api ini masih tergolong letusan kecil yang dapat berupa lelehan batuan cair karena suhunya yang tinggi. Seringnya intensitas lelehan lava menyebabkan lereng gunung menjadi berlapis-lapis.

Sebagian besar gunung api di Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara, Bali, dan Maluku tergolong ke dalam jenis gunung api strato ini.

Gunung api perisai atau tameng

l 58

Disebut ‘perisai’ karena lerengnya yang cukup landai hingga berbentuk seperti perisai.

Lava yang mengalir di lereng-lereng gunung ini sangat cair sehingga bisa mengalir jauh menuruni lereng kemudian mengalami pembekuan disana. Inilah yang menyebabkan bentuk gunung menjadi seperti perisai.

Namun, bentuk gunung api perisai ini tidak ditemukan di Indonesia. Gunung api dengan bentuk perisai dapat ditemukan di Amerika Serikat, tepatnya di Kepulauan Hawai yaitu gunung Mauna Loa dan Kilauea.

Gunung api Maar

l 59

Kata ‘Maar’ sendiri berasal dari bahasa Jerman yang berarti kawah. Gunung berapi ini merupakan tipe gunung api yang hanya mengalami satu kali letusan saja. Setelah letusan ini, maka aktivitas vulkanisme pada gunung akan terhenti.

Akibat letusan akan terbentuk lubang besar yang berbentuk corong pada puncak gunung yang disebut kawah.

Baca Artikel Lainnya :

Apabila dinding dan dasar kawah tidak dapat ditembus oleh air, maka akan terbentuk danau yang disebut danau maar. Tapi, ada juga kawah yang kering akibat jenis tanahnya tidak bisa menahan air.

Contoh gunung api Maar di Indonesia adalah Gunung Lamongan di Jawa Timur. Sedangkan di luar negeri ada Pegunungan Eiffel, di dataran tinggi Auvergne, Perancis.

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *