5 Penyakit Yang Dulunya Adalah Hukuman Mati

5 Penyakit Yang Dulunya Adalah Hukuman Mati – Ketika berbicara mengenai obat-obatan, perkembangan adalah sesuatu yang lebih pesat dari dugaan kita. Deteksi dini, ilmu farmasi, vaksin dan operasi-operasi modern telah merevolusikan kesetahan dari yang semula kita kenal, membuat penyakit menular atau turunan bisa tertangani atau tidak seberbahaya di masa lampau.

1

Walaupun sayangnya, meski pengobatan untuk penyakit-penyakit ini ada, banyak di antaranya yang tidak tersedia di negara-negara berkembang. Sehingga walaupun mereka bisa disembuhkan di Amerika Serikat atau Eropa Barat, namun jutaan orang masih membuang nyawa sia-sia karena kurangnya ketersediaan perawatan abis.

Walaupun demikian, tak bisa dipungkiri bahwa perkembangan pesat telah terjadi. Nah,berikut ini adalah 5 penyakit yang dulunya merupakan hukuman mati bagi manusia, namun kini telah mulai bisa dijinakkan.

1. Tuberkulosis (TBC)

Pernah melihat sebuah film jaman dulu dimana pemeran utamanya mengusap batuk berdarah ke sebuah sapu tangan? Anda menyaksikan sebuah tayangan yang menggambarkan penyebab utama kematian di Amerika Serikat dan Erupa pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Pada tahun 1892, TBC dikenal sebagai penyebab satu dari tujuh kematian di Amerika Serikat.

TBC menyebar ketika seseorang yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis batuk, bersin atau dengan cara lain mentransmisikan cairan melalui udara ke orang lain. Setelah TBC berevolusi menjadi penyakit, bakteri itu akan memerangi paru-oaru manusia.

Antibiotik serta peningkatan kondisi hidup telah berkontribusi secara signifikan pada penurunan penyakit ini di negara-negara modern. Sayangnya, penyakit ini masih terus mewabah di negara-negara berkembang. Meski demikian, laju kematian dunia karena TBC menurun 45 persen dari 1990 hingga 2012.

2. Rabies

Jika Anda digigit anjing, kelelawar atau rakun, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Walaupun jika hewan tersebut hanyalah pemarah, penyakit ini bukan sesuatu yang bisa Anda sepelekan. Segera setelah gejala-gejalanya muncur, rabies bertransformasi menjadi penyakit yang menyerang sistem sara, menyebabkan kebingungan dan delirium dam akhirnya kematian.

Namun, rabies sangat bisa disembuhkan selama dikenali sebelum gejalanya muncul. Kebanyakan orang tahu kapan mereka habis digigit, sehingga mudah untuk menganalisa dan memberikan vaksin dan perawatan sebelum gejalanya mulai. Kesadaran dan pengobatan telah menurunkan tingkat kematian di Amerika karena penyakit ini dari 100 orang per tahun pada 1900an hingga 2 sampai 3 orang saja.

3. Sifilis

Sifilis bagaikan kakek buyut dari penyakit-penyakit menular seksual (TBC). Dicurigai, banyak orang termasuk raja Inggris King Henry VIII dan komposer terkenal Franz Schubert pernah menderita penyakit ini. Sifilis sangat menular karena gejalanya seringkali disalah artikan. Jika tidak ditangani, sifilis bisa berkembang dari fase pertama hingga fase tersier yang bisa menimbulkan pikun, penyakit jantung, kegagalan organ dan masalah-masalah serius mengancam nyawa lainnya.

Penyakit ini dulunya tersebar sangat luas. Pada 1900an, diestimasikan 10-15 persen populasi Amerika terserang sifilis. Namun setelah ditemukannya penisilin pada 1940, tingkat kematian karena sifilis primer dan sekunder menurun hingga 5,3 kasus tiap 100.000 orang.

4. Influenza

Setiap tahun, influenza (atau flu saja) berhasil membuat bingung para ilmuwan pembuat vaksin. Kadang, vaksin-vaksin berfungsi dengan baik melawannya, namun kadang juga vaksin ternyata meleset. Ini karena virus-virus flu secara konstan terus berubah, membuat pembuat vaksin harus menebak berdasar ilmu dan pengetahuan mereka untuk menciptakan vaksin yang efektif.

Flu musiman sering menyebabkan sakit dan ketidaknyamanan dalam bentuk demam, menggigil, dan sakit tubuh. Namun penyakit ini biasanya tidak mengancam nyawa. Namun, wabah flu pernah terjadi di masa lampau yang sangat berbahaya bagi populasi manusia. Yang paling buruk dalam catatan sejarah adalah wabah 1918 yang membunuh sekitar 40 juta orang di seluruh dunia. Pada tahun 2014, korban penyakit ini di seluruh dunia menurun menjadi 250.000 hingga 500.000 orang.

5. Malaria

Nyamuk memiliki potensi masalah besar selain hanya mengganggu dan menimbulkan gatal-gatal. Hewan-hewan kecil ini bisa menyebarkan parasit Plasmodium yang menyebabkan malaria, yang ditandai dengan gejala menggigil, berkeringat dan demam serta gejala-gejala lain. Walaupun telah secara luas dibasmi di Amerika Utara, Karibia dan Eropa, malaria masih merupakan masalah mengkhawatirkan di negara-negara tropis seperti di benua Afrika dan Asia.

Badan-badan kesehatan publik telah menyatakan malaria bisa dicegah dan disembuhkan, selama dilakukan dengan cepat dan benar. Tes diagnosa yang cepat diikuti pengobatan antibiotik yang tepat telah menyelamatkan setidaknya 3 juta jiwa sejak tahun 2000. Antara tahun 2000 hingga 2013, kematian global karena malaria menurun hingga 42 persen. Seperti kebanyakan penyakit-penyakit yang dulunya merupakan hukuman mati di atas, pencegahan dengan teknologi baru sangat disarankan oleh para ahli penyakit menular.

Baca Juga :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *