7 Kota Terkaya di Dunia yang Masih Memiliki Masalah Kemiskinan

7 Kota Terkaya di Dunia yang Masih Memiliki Masalah Kemiskinan – Tujuh kota yang disebutkan di bawah ini merupakan salah tujuh kota besar dan  terkaya dengan warisan kebudayaan yang terkenal.

Ketujuh kota-kota ini menjadi tempat tinggal beberapa orang terkaya dan pengusaha paling sukses sedunia. Beberapa dari kota-kota ini dapat dinilai sebagai hunian terbaik di dunia dengan kualitas hidup yang baik pula.

Dan hebatnya lagi, kota-kota ini terletak di negara-negara maju. Terlepas dari kedigdayaan kota-kota ini, masalah kemiskinan dan tunawisma masih menjadi penyakit yang mencoreng kota-kota ini.

Berikut ini informasi tujuh kota terkaya di dunia yang masih memiliki masalah kemiskinan.

  1. New York, Amerika Serikat

Untitled

Kota New York merupakan kota paling terkenal di dunia. Kota ini merupakan yang paling sering dijadikan tempat atraksi dan lokasi pembuatan film-film hollywood.

Kota ini juga merupakansalah satu kota yang paling banyak ditempati jutawan dunia (sekitar 389.000 orang). Akan tetapi, sebagai kota yang memiliki sejarah yang panjang, kota New York juga sangat terkenal dengan tingkat kemiskinan yang mencapai angka 45.6 persen dari seluruh jumlah penduduknya.

Salah satu sebab tingginya tingkat kemiskinan adalah harga sewa tempat tinggal di kota ini merupakan yang tertinggi di dunia. Rata-rata $ 3.017 USD untuk biaya sewa apartemen.

Buruknya lagi, selama musim dingin 2015, jumlah tunawisma meningkat menjadi 67.000 orang (merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah).

  1. Tokyo, Jepang

Untitled

Kota Tokyo merupakan ibukota negara Jepang dengan tinkat pendapatan domestik tertinggi di dunia. Sekitar 500 perusahaan berdomisili di kota ini, yang merupakan jumlah terbesar di dunia.

Bahkan pada tahun 2012, kota ini tercatat memiliki 461.000 jiwa jutawan. Akan tetapi Tokyo merupakan kota yang masih memiliki masalah kemiskinan walaupun sulit menemukan orang miskin di kota ini.

Pengemis dan tunawisma mencoba untuk menutupi diri dibalik kemewahan kotanya. Dari 34 negara yang bekerjasama di bidang ekonomi dan pembangunan, Jepang merupakan negara nomer enam dengan tingkat kemiskinan terburuk bahkan sampai 50 persen dari total jumlah penduduk.

Salah satu penduduk yang akan mengalami masalah tersebut adalah keluarga dengan orang tua tunggal. Artinya setengah dari orang tua tunggal di Tokyo tidak memiliki  kehidupan yang layak.

  1. Dubai, Uni Emirat Arab

Untitled

Dubai adalah kiblat kemegahan modern di Timur Tengah. Kota ini berada di negara penghasil minyak terbesar.

Taipan-taipan yang berasal dari negara ini terkenal sering mengalirkan uang ke proyek-proyek super besar seperti gedung tertinggi, Burj Khalifa, dengan total biaya $ 1,5 miliar USD. Pulau buatan yang diberi nama Palm Islands, yang menghabiskan biaya $ 25 miliar USD.

Inilah negara yang terkenal dengan kemewahannya. Dibalik milyader yang suka menghabiskan banyak uang pada pembangunan, kota Dubai masih memiliki masalah kemiskinan.

Hal ini bermula setelah krisis ekonomi pada tahun 2008 yang bedampak 99 persen orang Dubai tidak lahir di sana yang otomatis tidak memiliki kewarganegaraan, sehingga terjadi eksploitasi besar besaran.

Bahkan, mega proyek yang disebutkan di atas dibangun dengan tenaga kerja imigran dari India dan Pakistan.

  1. Toronto, Kanada

Untitled

Toronto merupakan kota komersial di Kanada dengan jumlah penduduk terpadat dan terkenal dengan multikulturalisme.

Seperti kota-kota besar lain di seluruh dunia, Toronto tak lepas dari masalah ekonomi dengan angka biaya hidup yang tinggi, berada pada urutan ke 70 dari 113 kota dengan biaya hidup tinggi (sumber: Economist Intelligence Unit).

Oleh karena itu, pada tahun 2014, Toronto termasuk kota dengan tingkat kemiskinan anak tertinggi di negara Kanada.

29 persen dari total jumlah anak tinggal dengan keluarga berpenghasilan minim dan tercatat 40 persen dari 140 keluarga di Toronto memiliki tingkat kemiskinan anak lebih tinggi.

  1. London, Inggris

Untitled

London adalah kota dengan sejarah kekayaan yang panjang dan merupakan basis kebudayaan dunia. Kota ini memiliki landmark pada bidang pendidikan yang merupakan pusat konsentrasi di tingkat sekolah menengah di Eropa, termasuk universitasnya yang paling terkenal yakni Oxford dan London School of Economics.

Dibalik megahnya fasilitas pendidikan dan warisan kebudayaannya, kota ini masih memiliki masalah kemiskinan dimana 28 persen penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

Beberapa faktor penyebabnya diantaranya biaya sewa apartemen yang tinggi (sekitar $ 1.400 sampai $ 1.800 per bulan), dan hampir satu juta kelompok penduduk berusia 16 sampai 24 masih pengangguran.

Upaya pemerintah telah dilakukan dengan meningkatkan upah minimum rata-rata dan membangun perumahan dengan biaya terjangkau untuk mengatasi tingkat kemiskinan kota ini.

  1. Stockholm, Swedia

Untitled

Stockholm merupakan ibukota Swedia yang terkenal dengan budaya dan termasuk 10 wilayah yang dianggap terbaik di Eropa berdasarkan PDB per kapita.

Negara ini juga terkenal sebagai negara yang cenderung sosialis dan memiliki ekonomi yang stabil. Dengan program-program sosial yang menonjol, bukan berarti negara ini lepas dari masalah kemiskinan.

Dari tahun 2001 dan 2011, angka kemiskinan terus meningkat dari 8 persen menjadi 15 persen. Lebih dari satu dari 10 anakhidup di bawah garis kemiskinan.

Masalah lain yang menghantui Stockholm adalah jumlah imigran yang masuk dari Rumania yang mengulur deretan rumah kumuh di Swedia.

  1. Seoul, Korea Selatan

Untitled

Seoul merupakan salah satu kota yang memiliki pendapatan domestik tertinggi di dunia. Seoul terkenal dengan julukan kota berteknologi tinggi yang merupakan rumah dimana perusahaan elektronik lahir dan berkembang.

Baca Artikel Lainnya :

Investasi negara ini mencapai jutaan untuk pembangunan infrastruktur seperti sistem kereta bawah tanah. Akan tetapi, masalah kemiskinan masih menjadi hantu di negara ini.

Salah satu yang paling menonjol adalah tidak adanya sistem jaminan sosial untuk para penduduk lanjut usia. Mereka hanya tinggal di beberapa daerah kumuh dengan di bawah garis kemiskinan.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *