7 Tanda bahwa Anda Sedang Mengalami Depresi

7 Tanda bahwa Anda Sedang Mengalami  Depresi – Merasa sedih adalah hal yang normal dalam kehidupan sehari-hari. Namun jika perasaan sedih dan putus asa Anda sampai menghalangi Anda melakukan kegiatan sehari-hari, mungkin tandanya Anda sedang mengalami depresi klinis dan butuh bantuan ahli.

Untitled

Berikut ini adalah 7 tanda Anda alami depresi, jika Anda merasa mengalami beberapa dari gejala di bawah ini setiap hari selama setidaknya dua mainggu, dan Anda tidak bisa berfungsi normal sebagai seorang tua, teman, atau pekerja, maka Anda harus segera menemui terapis untuk mendiskusikan solusi.

1. Makan lebih banyak atau sedikit dari biasanya.

Depresi membuat Anda merasa menarik diri sehingga hal ini bisa bermanifestasi sebagai hilangnya nafsu makan. Ketika otak Anda dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif, Anda bisa jadi lupa makan atau kehilangan ketertarikan untuk masak atau menyiapkan makanan.

Di sisi lain, kadangkala masalah ini malah menimbulkan dampak sebaliknya, membuat Anda merasa lapar dan akhirnya makan terlalu banyak. Perpaduan emosi yang biasanya mengiringi depresi- kesedihan, pesimisme tentang masa depan, dan rasa percaya diri yang rendah, bisa membuat Anda ingin meringankan carut-marut perasaan itu dengan makan yang banyak.

2. Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Beberapa orang yang mengalami depresi meringkuk di balik selimut terlalu lama, ketidakpedulian dan menurunnya semangat membuat mereka merasa lelah sepanjang hari. Tidur juga merupakan cara orang-orang yang depresi kabur dari kesedihan mereka, jadi sebuah pelarian. Di lain pihak, orang-orang lain yang menderita depresi mengalami resah atau gangguan tidur dan bahkan insomnia.

Orang-orang ini terlalu terobsesi dengan pikiran-pikiran mereka sehingga tidak bisa berbaring tenang dan tidur selama tujuh atau delapan jam seperti yang dibutuhkan kebanyakan orang dewasa.

Perubahan pola tidur selain merupakan gejala gangguan depresi, bisa juga memperparahnya. Ketika tubuh Anda tidak mendapatkan istirahat yang cukup, jam biologis tubuh Anda menjadi tidak sinkron, dan Anda menjadi semakin lelah dan tidak fokus sehingga sulit menangani masalah.

3. Marah karena hal kecil

Ini merupakan gejala yang jarang disadari beberapa orang: depresi bisa muncul sebagai iritabilitas yang meningkat. Anda bisa jadi merasa gampang kesal dan suka mengeluh, hal-halkecil yang umumnya tidak akan mengganggu Anda bisa menjadikan Anda emosi.

Masalah ini sebagian mungkin dikarenakan naik-turunnya hormon yang terjadi saat depresi, namun ini juga bisa dipicu karena beban berbagai emosi berat yang dirasakan. Ketika seseorang mengalami rasa sakit fisik, mereka menjadi mudah marah dan terganggu, hal ini juga berlaku pada rasa sakit emosional.

4. Kesulitan berkonsentrasi.

Apakah Anda akhir-akhir ini sering melupakan deadline atau janji dengan teman dan pacar? Apakah Anda merasa pikiran Anda bagaikan foto yang tidak fokus sehingga sulit membuat keputusan dan pilihan? Ini adalah cara kerja otak saat depresi.

Dipenuhi dengan pikiran-pikiran mengenai kesedihan dan kehampaan bisa membuat pikiran Anda menjadi keruh yang bisa mempengaruhi pekerjaan, ingatan, bahkan kemampuan membuat keputusan. Bahkan tak heran, orang-orang yang mengalami depresi seringkali melakukan hal-hal yang tidak sehat dan beresiko tinggi.

5. Merasa tidak berharga.

Jika Anda secara terus-menerus merasa rendah diri atau tidak berharga, Anda perlu waspada. Pikiran berulang semacam “Saya tidak cukup baik” atau “Saya tidak penting” sangat berbahaya karena mereka bisa menjadi pemicu tindakan-tindakan yang membahayakan diri sendiri.

Ketika Anda berpikir seperti ini, Anda cenderung menemukan cara untuk memverifikasi negativitas tersebut. Hasilnya, Anda merasa lebih depresi. Rasa bersalah dari hal-hal yang tidak sepenuhnya karena Anda juga bisa menghancurkan kepercayaan diri dan menjadi penyebab depresi.

6. Sering memikirkan kematian.

Pikiran yang terus menerus mengenai mengakhiri hidup Anda, bertanya-tanya apa yang akan teman dan keluarga Anda rasakan jika Anda melakukannya, memikirkan berbagai cara alternatif untuk melakukannya, bahkan pikiran umum biasa mengenai kematian adalah indikasi kuat dari depresi. Karena pikiran-pikiran ini memberi ancaman langsung terhadap hidup Anda, penting untuk segera berkonsultasi dengan ahli jika Anda mengalaminya setiap hari selama setidaknya dua minggu.

7. Nyeri dan sakit tak bisa dijelaskan

Perasaan emosional dari depresi bisa tersalur ke seluruh tubuh dan muncul sebagai rasa sakit fisik, seperti sakit perut, saking punggung, atau nyeri leher dan pusing. Tidak semua kram atau nyeri adalah gejala depresi, jika Anda mengalami sakit kronis yang tidak bisa dikaitkan dengan penyebab lain yang tidak segera hilang, maka segeralah menemui dokter. Namun juga pertimbangkan bahwa Anda mungkin tengah mengalami tanda-tanda depresi.

Selain 7 tanda depresi di atas, waspadai juga jika Anda merasakan kehilangan ketertarikan pada hal yang dulu Anda minati, mudah panik serta selalu kehabisan energi. Segera konsultasi pada psikiater untuk mendapatkan solusi.

Baca Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *