Ada 3 Budaya Unik Di Kampung Inggris, Pare, Jawa Timur

Apakah anda pernah jalan – jalan ke Indonesia ? Di Jawa Timur, terdapat sebuah kampung kecil nan tenang bernama Kampung Inggris yang terletak diantara desa Pelem dan desa Tulungrejo, kecamatan Pare, kabupaten Kediri, Jawa Timur dimana kampung ini sejak dulu sudah sangat terkenal di Indonesia.

Apakah anda terpikir bahwa Kampung Inggris adalah sebuah kampung yang dihuni oleh bule atau keturunan bule dengan berbicara dalam bahasa Inggris sebagai bahasa sehari – hari mereka.

k 9

Namun jika anda sudah mengunjunginya, maka jangan heran karena ternyata warga asli kampung ini adalah orang Jawa, seperti halnya kampung – kampung lainnya di pulau Jawa.

Sebutan ini ternyata lahir karena banyaknya lembaga kursus bahasa asing yang ada di kampung tersebut seperti kursus bahasa Inggris, bahasa Jepang dan bahasa – bahasa internasional lainnya hingga saat ini jumlahnya lebih dari 200 lembaga kursus.

Di sepanjang jalan – jalan tikus di Kampung Inggris terdapat lembaga kursus bahasa asing, berdiri bangunan – bangunan sederhana di kanan – kirinya dengan jarak yang berdekatan.

Dimana mata memandang, di situlah terlihat lembaga kursus bahasa asing dengan anak kursus (sebutan buat orang yang belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris), mereka selalu datang dari seluruh penjuru Indonesia untuk belajar keunikan budaya luar negeri yang telah berakar kokoh di Kampung Inggris.

Melalui artikel ini kami akan memberikan gambaran singkat tentang keunikan  budaya luar negeri yang terdapat di Kampung Inggris. Berikut adalah 3 budaya terunik yang telah menyebar luas hingga ke tempat – tempat terpencil yang ada di Kampung Inggris.

1. Ramah dan Cinta Damai.

Meskipun Kampung Inggris cukup sering dikunjungi oleh anak – anak kursus dari seluruh Indonesia dengan latar belakang suku yang berbeda, kehidupan sehari – hari di Kampung Inggris sangatlah biasa, tentram dan damai.

Jarang ada keributan, tindak kriminal hingga kejadian perkelahian ataupun tawuran antar anak – anak kursus maupun dengan warga asli. Seperti kebanyakan orang Indonesia di tempat lain, warga asli Kampung Inggris terkenal ramah dalam melayani tamu, mereka suka membantu orang – orang yang membutuhkan.

2. Suka Memakai Sepeda Ontel.

Keunikan lainnya dari Kampung Inggris adalah warganya suka memakai sepeda ontel. Hampir setiap hari semua anak – anak kursus memakai sepeda ontel sebagai alat tranportasi ke yempat tujuan.

Di sini jarang ditemui warga yang bepergian dengan menggunakan motor atau mobil, tapi tidak begitu halnya di Kampung Inggris. Pemandangan muda – mudi bersepeda ontel di jalan -jalan adalah hal biasa dan merupakan pemandangan yang umum.

Kalau di luar negeri, Kampung Inggris seperti pesona alam Jepang atau di Amsterdam. Budaya memakai sepeda ontel ini terbagun sejak lama karena sebagian besar anak – anak kursus berasal dari luar daerah seperti dari Kediri, bahkan luar Jawa Timur.

Dari luar pulau Jawa pesertanya adalah Sumatera, Sulawesi, NTB, dll. Mereka datang ke Kampung Inggris tanpa membawa alat tranportasi yang membutuhkan biaya mahal, sehingga solusi terbagus adalah dengan memakai transportasi berupa sepeda ontel.

Selain murah, juga menyehatkan tubuh si pemakai. Hal ini bisa menjadi ladang bisnis baru bagi penduduk asli Kampung Inggris yaitu dengan membuka jasa rental / sewa sepeda ontel yang tumbuh subur di tempat – tempat strategis dengan biaya lumayan murah yaitu rata – rata perbulan antara 50.000 – 100.000  rupiah tergantung dari kualitas sepedanya.

Untuk anda yang ikut kursus LC di Kampung Inggris dan mengambil paket Full Service, mereka sudah menyediakan sepeda ontel buat anak – anak yang kursus.

3. Ngobrol Berbahasa Inggris.

Anak – anak berbicara bahasa Inggris sambil berjalan – jalan santai, duduk berkelompok atau lagi nongkrong di warung tradisional / cafe ala resto barat adalah pemandangan yang biasa dijumpai di Kampung Inggris.

Hal ini wajar terjadi karena pendatang di Kampung Inggris memang memiliki tujuan untuk belajar Bahasa Inggris, sehingga mereka diharapkan nantinya mampu mempraktekkan materi yang diperolah di tempat kursus dimanapun nantinya mereka berada.

Baca Artikel Lainnya :

Diharapkan mereka tidak malu meskipun nantinya diketahui kemampuannya dalam berbahasa Inggris masih biasa – biasa saja, tetapi karena penguasaan Bahasa Inggris merupakan kegiatan yang harus selalu di praktikkan setiap hari, maka anda harus latihan lebih keras setiap harinya.

Uniknya, meskipun mereka bukan tercatat sebagai anak kursus, warga asli Kampung Inggris yang terkait langsung dengan proses belajar mengajar seperti pemilik kos, pemilik warung, pedagang kaki lima, atau tukang becak juga kerap memakai bahasa Inggris dalam melayani pelanggannya meskipun dalam kemampuan yang terbatas.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *