Adat Unik Dalam Pernikahan Suku Jawa

Upacara pernikahan yang digelar secara tradisional dilaksanakan sesuai aturan adat setempat. Indonesia sendiri memiliki banyak suku dengan keragaman tradisi upacara pernikahan. Salah satunya adalah tradisi pernikahan Suku Jawa yang terkadang dianggap unik seperti yang ada dibawah ini.

  • Nontoni

d 53

Ini merupakan upacara yang dilakukan untuk melihat calon pasangan yang hendak dinikahi. Orang yang akan menikah di masa lalu belum tentu saling mengenal satu sama lain. Agar mendapatkan gambaran mengenai siapa jodohnya, maka diadakan upacara nontoni.

Biasanya prakarsa dari tindakan ini adalah pihak pria. Setelah orang tua calon pengantin pria melakukan “dom sumuruping banyu” (penyelidikan rahasia) terhadap gadis calon menantunya, diadakan musyawarah antara orang tua pihak pria (pinisepuh) untuk menentukan tradisi lamaran.

  • Peningset dalam lamaran

d 54

Dalam tradisi lamaran Jawa dikenal adanya peningset yang merupakan pengikat. Sementara peningsetan adalah upacara penyerahan sesuatu yang digunakan sebagai pengikat antara orang tua pihak pengantin pria pada calon pengantin wanita.

Sesuai dengan adat yang berlaku peningset berisi bahan kebaya, kain batik, perhiasan emas, semekan, uang atau tukon (imbalan) sesuai kemampuan ekonomi, jodang dengan isian wajik, gula, rengginang, teh, lauk pauk, 1 tangkep pisang raja dan satu jenjang kelapa yang dipikul secara terpisah hingga 1 jodoh ayam hidup.

  • Upacara Tarub

d 55

Tarub merupakan hiasan janur kuning yang dipasangkan di tepi tratag berbahan bleketepe (anyaman daun kelapa hijau). Tarub biasanya dipasang bersamaan dengan siraman (memandikan calon pengantin) yakni 1 hari menjelang pelaksanaan pernikahan. Perlengkapan tarub bukan hanya janur kuning, namun termasuk tuwuhan.

  • Nyantri

d 56

Acara yang dilakukan guna menitipkan calon pengantin pria pada keluarga dari pengantin putri 1-2 hari menjelang pernikahan.  Nantinya calon pengantin pria ditempatkan pada salah satu rumah kerabat atau tetangga dekat.

Nyantri bertujuan melancarkan upacara pernikahan, sehingga ketika upacara pernikahan berlangsung, calon pengantin pria telah siap ditempat dan tidak merepotkan keluarga pengantin wanita.

Baca Artikel Lainnya :

d 57

Tradisi menjelang pernikahan Suku Jawa ini familiar. Dimana siraman (siram=mandi) bertujuan untuk membersihkan diri calon pengantin agar menjadi murni dan suci. Siap menempuh hidup baru.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *