Alasan Babi Diharamkan Oleh Umat Islam Untuk Dimakan

Dalam surat Al-Baqarah ayat 173, Allah SWT telah menegaskan keharaman babi untuk dikonsumsi, yaitu “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. ….”

Namun, mengapa babi diharamkan? Bukankah Allah SWT menciptakan segala sesuatunya dengan alasan?

s 84

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, secara ilmiah pun dapat terjawab. Berikut ini beberapa alasan diharamkannya babi untuk dikonsumsi.

  1. Tubuh Babi adalah bank penyakit

Karena pada dasarnya babi adalah hewan yang suka berkubangan di lumpur dan tempat-tempat kotor lainnya, maka tak heran berbagai macam virus dan bibit penyakit menempel pada hewan ini. Selain itu, babi juga hewan yang rakus.

Babi bisa memakan apa saja yang ada di hadapannya, termasuk kotoran ataupun muntahannya sendiri.  Bahkan kotoran manusia pun bisa dimakan oleh babi.

Oleh karena itu banyak unsur negative yang terkandung di dalam tubuhnya. Karena babi ini adalah hewan yang jorok sekali, maka tubuhnya penuh dengan bibit penyakit seperti Cacing Pita, Cacing Spiral, Cacing Tambang, Cacing Paru, Cacing Usus, Cacing Schistosoma, Bakteri TBC, Bakteri Korela, Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii, dan beberapa parasite lainnya.

  1. Daging babi sulit dicerna

Walaupun rasa daging babi enak dan empuk, namun daging babi mengandung banyak lemak jahat dan sedikit serat sehingga sulit dicerna oleh manusia. Jika sulit dicerna, maka nutrisi yang terkandungnya pun akan sulit diserap.

Selain itu juga akan mengakibatkan gangguan pencernaan karena kurangnya serat. Gangguan pencernaan ini bisa berakibat fatal hingga menyebabkan kanker anus dan kolon.

  1. Babi memiliki DNA yang mirip dengan manusia

Babi adalah salah satu hewan yang memiliki DNA yang mirip dengan manusia, sehingga berbagai penyakit yang terkandung di dalam gennya bisa ditularkan pada manusia yang mengkonsumsinya.

Contohnya babi merupakan carrier penyakit flu burung dan flu babi sehingga bagi orang yang mengkonsumsinya bisa mendapatkan penyakit tersebut.

  1. Kantung urin babi sering bocor

Prof. A.V. Nalbandov menyatakan bahwa kantung urin babi sering bocor sehingga urin yang terkandung banyak zat sisa dan kotoran akan merembes ke dalam dagingnya.

Baca Artikel Lainnya :

Keempat alasan ilmiah di atas sudah cukup membuktikan bahwa babi adalah hewan yang berbahaya untuk dikonsumsi. Dan ternyata bukan Al-Qur’an saja yang berisikan larangan mengkonsumsi babi, dikitab lain seperti Injil dan Taurat pun dijelaskan hal yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *