Alasan Bulan Bersinar dan Memantulkan Cahaya

Alasan Bulan Bersinar dan Memantulkan Cahaya – Seperti yang Anda dan saya ketahui, Bulan bukanlah bintang yang bisa bersinar dengan sendirinya sebab ia memang punya sumber cahaya sendiri. Bulan tidak demikian, sebagai satelit alam, ia tidak dibekali sumber cahaya sendiri.

Untitled

Lalu dari mana sumber cahaya yang dimiliki Bulan?

Seperti yang kita tahu, Bulan mendapatkan cahayanya dari Matahari, sang bintang yang merajai tata surya kita.

Tapi bagaimana caranya Bulan bisa bersinar?

Belum banyak yang tahu bahwa material atau bebatuan penyusun Bulan adalah logam yang sangat keras, sangat rendah kemampuannya untuk memantulkan cahaya.

Secara ilmiah, rendahnya kemampuan Bulan untuk memantulkan sinar Matahari itu dikenal juga dengan albedo rendah. Tentunya, albedo sendiri adalah ukuran kemampuan suatu benda di ruang luar angkasa untuk memantulkan cahaya.

Bisa dibilang, Bulan dapat diibaratkan dengan cermin. Hanya saja cermin yang berkualitas buruk. Sebab, dari keseluruhan permukaan Bulan, hanya sekitar 12% saja yang mampu mengembalikan sinar Matahari sehingga kita bisa melihat sinarnya dari Bumi.

Kita bisa melihat cahaya Bulan lebih cerah saat malam hari karena saat itu belahan Bumi yang kita tinggali tidak kebagian sinar Matahari. Sebenarnya, saat siang pun Bulan tetap berada di tempatnya, hanya saja mata kita tidak bisa melihatnya karena terhalang oleh kilauan cahaya Matahari yang lebih besar.

Tidak setiap saat atau malam juga kita bisa melihat cahaya Bulan dengan tingkat kecerahan (brightness) yang sama. Terkadang, pada suatu waktu tertentu Bulan terlihat lebih cerah. Hal ini disebabkan oleh perubahan orbit Bulan atau lebih dikenal dengan siklus Bulan.

Pada Bulan purnama, tentunya kita bisa melihat cahaya Bulan yang lebih terang. Namun, pada siklus Bulan sabit, tentunya hanya sedikit cahaya yang bisa kita lihat dari Bulan.

Sekali lagi, Bulan tetaplah berada di langit sana, hanya saja karena ia mengelilingi Bumi, sehingga ada saatnya bagian Bulan lebih banyak terkena cahaya Matahari. Tapi ada juga bagian lainnya yang tidak mendapat bagian cahaya Matahari. Hal inilah yang mendasari proses siklus Bulan.

Selain itu, ada hal lain yang menyebabkan perbedaan kecerahan Bulan pada waktu tertentu. Yaitu, karena Bulan tidak memiliki atmosfir, maka tidak ada yang bisa merubah permukaannya selain benda-benda di luar angkasa. Sehingga permukaan Bulan tidak rata.

Baca Artikel Lainnya :

Perubahan sudut kawah dan gunung di Bulan berpotensi untuk meredupkan cahaya yang dipantulkan dari Matahari.

Yang terakhir, kebenaran bahwa Bulan menjauh, berarti bahwa nenek moyang kita bisa melihat Bulan lebih terang dan cerah dari pada kita sekarang.

Karena disebabkan jaraknya yang waktu itu masih lebih dekat ke Bumi. Kalau Anda takut Bulan akhirnya lepas dari Bumi, jangan khawatir! Sebab, sudah ada keseimbangan alam yang mengaturnya.

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

One thought on “Alasan Bulan Bersinar dan Memantulkan Cahaya

  1. hendra

    kalo bulan memantulkan cahaya matahari, berapa suhu yang dipantulkan, pernahkah anda mencoba sifat / suhu cahaya yg dipantulkan oleh bulan ? apakah bersifat panas ? ataukah dingin ? dan kenapa panas atau kenapa dingin ?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *