Apa Hukumnya Mengirim Al-Fatihah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal

Apa Hukumnya Mengirim Al-Fatihah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal – Bagi orang Islam, sudah seharusnya orang yang masih hidup untuk mendoakan kerabat atau keluarga mereka yang sudah meninggal mendahului mereka.

Dengan mengirimkan al fatihah untuk orang yang sudah meninggal, selain membuat anda untuk selalu mengingat mereka, al fatihah juga bisa menerangi kubur orang yang sudah meninggal tersebut.

laptop

Akan tetapi, bolehkan mengirim doa dan al fatihah kepada orang yang sudah meninggal? Bagaimanakah hukumnya? Berikut penjelasannya.

Madzhab Hanafi

Madzhab yang didirikan oleh iman Hanafi ini, berpendapat bahwa mengirim doa dan al fatihah untuk orang yang sudah meninggal adalah dibolehkan. Hal ini berdasarkan fatwa salah satu ulama hanafiyah yaitu imam Ibnu Abil Izz yang berbunyi “ Sesungguhnya pahala adalah hak orang yang beramal.

Ketika dia hibahkan pahala itu kepada saudaranya sesame muslim, tidak jadi masalah. Sebagaimana dia boleh menghibahkan hartanya kepada orang lain ketika masih hidup. Atau membebaskan tanggungan temannya muslim, yang telah meninggal.

Madzhab Maliki

Dalam madzhab malikiyah, terjadi perbedaan pendapat dalam menghukumi mengirim al fatihah untuk orang yang sudah meninggal.

Sebagian melarang dengan alasan bahwa pahala al fatihah tersebut tidak akan sampai kepada orang yang sudah meninggal.

Sedangkan sebagian yang lain membolehkan dengan alasan pahala al fatihah akan bermanfaat dan mampu menolong orang yang sudah meninggal tersebut.

Madzhab Syafiiyah

Ulama madzhab Syafiiyah sepakat bahwa hukum mengirimkan al fatihah kepada orang yang sudah meninggal adalah tidak dibolehkan.

Mereka berpendapat bahwa pahala al fatihah tersebut tidak akan sampai kepada mereka. Akan tetapi sebagian ulama Syafiiyah juga ada yang membolehkannya.

Madzhab Hambali

Seperti yang terjadi pada madzhab Malikiyah, pada madzhab Hambali juga terjadi perbedaan pendapat untuk urusan mengirim al fatihah kepada orang yang sudah meninggal ini.

Sebagian membolehkan dengan alasan pahala al fatihah akan sampai kepada mayit (Imam Ahmad). Sedangkan menurut sebagian yang lain melarangnya (Al Buhuti).

Baca Artikel Lainnya :

Demikianlah ulasan tentang hukum mengirim al fatihah kepada orang yang sudah meninggal menurut beberapa madzhab. Bagaimana dengan pendapat anda ?

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *