Apa Itu Badai dan Bagaimana Bisa Terjadi?

Apa itu badai? Badai dapat didefinisikan sebagai cuaca yang ekstrem. Meteorolog menyebut badai sebagai siklon tropis. Ada beberapa jenis badai, yaitu badai angin, badai petir, badai hujan, badai salju, dan badai topan.

Namun, diantara semua jenis badai tersebut, badai topan adalah jenis yang paling berpotensi merusak. Badai topan (hurricane) dikenal sebagai typoon di Samudera Pasifik dan Cyclone di Samudera Hindia.

k 132

Badai berasal dari samudera yang hangat dan bergerak mengikuti arah angin di atas permukaan laut dengan kecepatan sekitar 20 km/jam. Kekuatan badai dapat mencabut pohon besar dari akarnya. Tiga hal yang patut diwaspadai saat terjadi badai adalah angin kencang, sambaran petir, dan banjir bandang.

Badai dapat terjadi jika faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya badai terpenuhi. Sumber utama energi penggerak badai berasal dari proses kondensasi yaitu proses mengembunnya konsentrasi uap air pada udara yang lembab yang kemudian bergerak naik ke atmosfir yang dingin.

Pada proses ini, konsentrasi uap air akan melepaskan energi panasnya. Energi panas yang terkumpul inilah kemudian menjadi energi penggerak badai.

Faktor lainnya yang menggerakkan badai adalah adanya gangguan cuaca, lautan yang hangat dan angin yang bergerak dengan membawa udara lembab.

Jika faktor-faktor tersebut terjadi secara bersamaan dalam waktu lama akan menimbulkan angin kencang, kemudian meningginya gelombang air laut, hujan deras dan banjir. Fenomena ini biasa disebut sebagai badai tropis.

Proses terjadinya badai secara detail masih menjadi bahan kajian para peneliti, namun secara umum proses terjadinya badai adalah sebagai berikut:

  • Suhu air laut sampai kedalaman lebih dari 50 meter lebih dari 26,5o Seperti yang telah dijelaskan, lautan yang hangat merupakan sumber kekuatan dari badai tropis sehingga ketika angin siklon tropis melalui daratan atau perairan dengan suhu yang rendah, maka kekuatannya akan melemah.

Baca Artikel Lainnya :

  • Suhu udara semakin dingin sebanding dengan meningkatnya ketinggian.
  • Kelembaban udara pada atmosfir tinggi
  • Angin bergerak secara vertikal naik secara perlahan dengan kecepatan kurang dari 10 m/s sehingga tidak merusak proses pembentukan siklon tropis.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *