Apakah Benar Setan Dibelenggu Pada Bulan Ramadhan? Ini Penjelasannya

Ramadhan merupakan satu bulan yang ada dalam kalender hijriah, pada bulan ini ada kegiatan umat muslim tiap tahun yan tidak dapat ditinggalkan kecuali ada sebab tertentu yang dibenarkan yakni berpuasa.

Puasa di bulan Ramadhan adalah wajib hukumnya, jadi pada bulan ini semua umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia melaksanakan ibadah puasa.

r 195

Pada bulan Ramadhan, ada sebuah riwayat oleh Bukhori dan juga diriwaytkan oleh Muslim yang menyatakan pada bulan ini pintu surga dibukan dan pintuneraka ditutup serta setan yang ada dibelenggu.

Namun nampaknya mengenai pembelengguan syaitan ini masih banyak dipertanyakan, karena meskipun di bulan Ramadhan jika syaitan dibelenggu tapi manusia masih tetap banyak yang melakukan maksiat.

Para ulama berbeda pendapat mengenai makna ‘belenggu’ pada hadits tersebut, para ulama ada yang berpendapat bahwa makna belenggu disini diartikan:

Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajr bahwa belenggu memiliki makna bahwa para syaitan tidak bersungguh-sungguh menggoda umat muslim sebagaimana seprti yang biasa mereka lakukan di bulan lain, hal ini karena kesibukan manusia dalam beribadah.

Atau dibelenggu dengan maksud para syaitan yang dibelenggu adalah syaitan pembangkang, atau dibelenggu maksudnya yakni puasa yang memiliki fungsi sebagai penekan dorongan syahwat atau dengan membaca Al-Qur’an atau dzikir.

Menurut ulama lainnya selain AL-Hulaimy maksudnya adalah dibelenggu dengan diikat dengan rantai, Iyadh sendiri mengatakan bahwa makna dari belenggu ini kemungkinan sesuai dzahir dan hakekatnya.

Maksudnya ialah banyaknya masuknya para malaikat di bulan ini, tujuannya agar merka mengagungkan kesucian di bulan Ramadhan dan melarang syaitan untuk mengganggu umat beriman.

Kemungkinan lain adalah sebagai symbol banyaknya pahala dan pengampunan, dan berkurangnya gangguan syaitan sehingga seakan-akan membuat syaitan dibelenggu. Hal in diperkuat dengan riwayat Yunus dari Ibnu Syihab yang diriwayatkan Muslim.

Baca Artikel Lainnya :

Mengenai pertanyaan meski pada bulan Ramadhan syitan dibelenggu namun masih banyak yang melakukan maksiat, karena dalam diri manusia masih terdapat nafsu di dalamnya sehingga meskipun gangguan dari syaitan sedikit berkurang namun nafsu manusia masih jadi penentu apakah ia akan melakukan maksiat atau tidak. Hal ini tentunya kembali kepada diri sendiri.

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *