Apasih Yang di Maksud Dengan Kompos dan Humus

Apasih Yang di Maksud Dengan Kompos dan Humus – Penguraian sisa pembusukkan bahan-bahan organik oleh mikroorganisme dan zat-zat pengurai diketahui berfungsi untuk menyuburkan tanah. Proses penguraian ini akan menghasilkan karbondioksida, air dan mineral yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan unsur hara dalam tanah dan tanaman. Pembusukkan bahan-bahan organik terjadi juga pada proses pengomposan dan pembentukan humus. Banyak orang yang menyamakan antara definisi kompos dan humus.Akan tetapi keduanya memiliki perbedaan pada proses pembentukannya.

Untitled

Berdasarkan bahan dasar penyusunannya, definisi kompos dan humus memang tidak ada perbedaan. Kompos adalah hasil dekomposisi bahan-bahan organik (tanaman, sisa bangkai binatang) yang diurai oleh mikroorganisme di dalam tanah. Prosesnya disebut juga pengomposan. Proses dekomposisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya penambahan mikroorganisme pengurai dan penyesuaian lingkungan yang dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat proses penguraian/dekomposisi. Hal ini tentunya dilakukan atas campur tangan manusia.

Sementara itu, humus merupakan hasil pelapukan dan penguraian dari bahan-bahan organik oleh mikroorganisme yang kejadiannya berlangsung secara alami. Misal berasal dari dedaunan yang jatuh atau bangkai binatang yang mati dan membusuk di atas permukaan tanah, lalu melapuk dan terurai dengan sendirinya olih zat-zat pengurai yang ada. Karena proses ini berlangsung secara alami tanpa intervensi manusia, tentu memakan waktu yang cukup lama, sekitar 4-6 bulan untuk membentuk humus. Humus biasanya terdapat pada lapisan tanah paling atas, yang berwarna coklat kehitaman. Jadi perbedaan definisi kompos dan humus terletak pada ada tidaknya intervensi dari manusia dan lama waktu yang dibutuhkan pada proses pembentukannya. Baca juga Jenis dan karakteristik Pupuk Hijau

Dari definisi kompos dan humus yang telah diuraikan di atas, diketahui kompos dan humus merupakan jenis media tanam organik. Berikut adalah hal-hal yang tetap perlu diperhatikan dalam proses pembentukannya:

  1. Memliki kelembapan yang cukup tinggi, karena organisme dan zat pengurai akan terdapat lebih banyak pada tempat dengan kelembapan yang cukup.
  2. Terdapat sirkulasi udara yang cukup, karena unsur mineral yang dibutuhkan tidak hanya berasal dari hasil penguraian bahan organik, akan tetapi dapat ditangkap dari udara bebas.
  3. Tetap dilakukan perawatan pada media tanam yang telah terbentuk, misalnya melakukan penggemburan tanah dan pengairan yang cukup.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *