Archaebacteria, Bakteri yang Kuat

Archaebacteria, Bakteri yang Kuat – Sudah tahu tentang bakteri, bukan? Di buku-buku pelajaran Biologi, materi ini pasti tidak pernah ketinggalan. Organisme yang hanya terdiri dari satu sel ini mempunyai jumlah banyak, dengan jenis yang tidak kalah banyaknya. Bakteri sendiri bisa dikategorikan dalam beberapa macam, salah satunya adalah dari tempat hidupnya. Berdasarkan tempat hidupnya sendiri, bakteri itu terdiri dari bakteri yang bisa hidup di tempat ekstrim (archaebacteria), dan bakteri yang hidupnya berada di sekitar lingkungan di mana manusia bisa hidup. Berikut adalah uraian lebih jelas.

a

Ciri-ciri bakteri

Secara umumnya, bakteri itu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut ini:

  • Hanya punya satu sel saja (uniselluler).
  • Prokariotik, alias tidak punya membran inti sel.
  • Bentuknya bermacam-macam, ada batang (basil), bulat (coccus), dan spiral.
  • Bisa hidup sebagai parasit, atau menghasilkan makanan sendiri, atau bekerja sama dengan inangnya.
  • Bisa hidup di lingkungan yang paling ekstrim sekalipun.

Tentang bakteri di lingkungan biasa

Bakteri yang hidup di lingkungan yang juga bisa ditinggali oleh organisme lain disebut dengan eubacteria. Bakteri inilah yang biasanya lebih banyak dikenal oleh orang, dan dianggap sebagai bakteri “yang sesungguhnya.” Ciri-ciri dari bakteri ini sendiri pun sebenarnya mirip dengan archaebacteria sendiri, namun dengan beberapa perbedaan. Inilah contohnya:

  • Dinding selnya terdiri dari peptidoglikan.
  • Membran selnya berasal dari asam lemak dan gliserol.
  • Mempunyai RNA yang jauh lebih sederhana daripada archaebacteria.
  • Punya ukuran yang kecil, diameter 0,12 mikron. Bakteri terbesar bahkan tidak sampai 0,75 mikron.

Tentang bakteri yang hidup di tempat ekstrim

Bakteri yang hidup di tempat-tempat yang ekstrim adalah bakteri yang hidup misalnya di daerah panas seperti kawah, atau di daerah yang justru sangat ekstrim dinginnya. Jadi dengan kata lain, bakteri ini adalah bakteri yang hidup di tempat di mana manusia tidak bisa hidup. Bakteri ini disebut dengan archaebacteria. Berikut adalah uraian dari bakteri tersebut:

  • Struktur tubuh dari archaebacteria ini sangat sederhana, dan di dalam dinding selnya tidak ditemukan peptidoglikan.
  • Ditemukan di tempat yang ekstrim, di mana tidak ada organisme lain hidup.
  • Sel-sel tersebut hidup secara koloni, dan berupa filamen yang kecil.
  • Karena dinding selnya sederhana, maka bentuknya kaku, membuatnya tahan di lingkungan yang tak bersahabat.
  • Punya flagella, fungsinya sebagai alat untuk bergerak. Bentuknya seperti cambuk.

Bakteri archaebacteria mempunyai ukuran yang jauh lebih besar daripada eubacteria. Bila eubacteria biasanya hanya berukuran sekitar 0,75 mikron atau kurang dari itu, maka archaebacteria bisa mencapai ratusan mikron, meski normalnya adalah 1-5 mikron. Tubuh manusia sendiri pun ternyata menyimpan archaebacteria di dalam ususnya, yang bisa menghasilkan gas Metana. Selain di tubuh manusia, bakteri ini juga mampu hidup di lingkungan yang kadar garamnya di atas 12% (sebagai perbandingan, kadar garam air laut adalah 3,5%), dan lingkungan yang sangat asam.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

2 thoughts on “Archaebacteria, Bakteri yang Kuat

  1. Pingback: Pengantar Pengenalan Sistem Saraf | Pusat Infomasi Pertanian Indonesia

  2. Pingback: Pengertian dan Perbedaan DNA dan RNA | Pusat Infomasi Pertanian Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *