Asal Muasal Terjadinya Perang Medan Area

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan ternyata masih ada banyak pertempuran yang terjadi. Salah satunya ialah pertempuran yang tercatat dalam sejarah, yakni pertempuran medan area yang terjadi selama 13 Oktober 1945 sampai pada tanggal 3 November.

fi 103

Indonesia pada masa tersebut diduduki oleh Inggris, yang kemudian terjadi kesepakatan gencatan senjata pada tanggal 15 November. Namun kemudian kepemimpinan diserahkan kepada Belanda, yang kemudian melanggar gencatan senjata yang diberlakukan.

Belanda mulai melakukan serangan sejak tanggal 15 November 1945, dan merampas hasil panen dan harta benda penduduk sekitar. Kemudian juga melakukan serangan kepada pos pasukan yang berada di Stasiun Mabar dan juga Padang Bulan. Perang kemudian pecah antara kekuatan rakyat di Sumatra Barat dengan tentara Inggris dan juga Belanda.

Sejarah Terjadinya Peperangan Medan Area

Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta, namun pada tanggal 17 Agustus 1945 baru diproklamasikan di Sumatra. Pembacaan proklamasi tersebut dilakukan oleh Gubernur Sumatra, yakni Muhammad Hasan. Namun, setelah proklamasi dibacakan di Jakarta koran lokal di Sumatra yakni Pewarta Deli.

Memuat berita bohong yang mengungkapkan bahwa negara Republik Indonesia telah mengalami keruntuhan. Membaca berita tersebut kemudian nasionalis di Medan mengadakan pertemuan untuk mendapatkan kejelasan.

Dalam pertemuan tersebut T.M Hasan mengungkapkan bahwa berita dalam surat kabar asal Medan tersebut adalah sebuah kebohongan. Usai pernyataan tersebut dilontarkan, kemudian oleh Abdoel Karim M.S memberikan pidato penting. Dalam pidato tersebut memberikan kabar gembira dan menjadikan rakyat di Sumatra penuh dengan semangat.

Tidak ada yang dapat menyangka usai berita kemerdekaan tersiar secara luas kemudian terjadi peperangan hebat. Peperangan tersebut kemudian menjadi sebuah peristiwa penting yang diabadikan dalam sejarah, bernama pertempuran medan area.

Presiden Soekarno pada tanggal 7 Oktober 1945 membubarkan Badan Keamanan Rakyat kemudian membuat badan baru. Selang dua hari terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat atau TKR yang bertujuan untuk mengamankan kondisi di Sumatra. TKR menjadi salah satu kelompok tentara yang merupakan perbaikan dari badan keamanan sebelumnya.

Anggota yang berada di dalam tubuh TKR sebagian merupakan tentara PETA yang berpengalaman. Pembentukan tentara keamanan juga dilakukan di sejumlah daerah lain, sebab kekhawatiran Soekarno melihat ada tentara Sekutu yang masuk kembali ke Indonesia.

Ternyata kekhawatiran Soekarno menjadi kenyataan, dengan adanya bukti pendaratan tentara Sekutu di Sumatra Utara pada tanggal 10 Oktober 1945. Pendaratan tersebut dipimpin oleh Jenderal T.E.D Kelly yang memimpin tentara SekutuBrigade-4 dan juga Divisi India ke-26.

Kedatangan tentara Sekutu tersebut oleh Jenderal Kelly menegaskan untuk mengambil para tawanan perang. Keesokan harinya RAPWI atau Relief of Alied Prisoners of War anda Internes mendatangi sejumlah kamp dimana para tawanan akan diambil. Tawanan perang dipersenjatai dan pada tanggal 13 Oktober 1945 mengambil bendera Merah Putih dan menginjak-injaknya, kemudian terjadinya pertempuran medan area.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *