Asal Mula Roti Croissant Khas Perancis Untuk Kudapan Sarapan Pagi Di Eropa

Asal Mula Roti Croissant Khas Perancis Untuk Kudapan Sarapan Pagi Di Eropa – Bangsa Franks atau Frankish people pada jaman dulu merupakan bagian dari federasi bangsa – bangsa Barbar dari Germania barat, dimana diketahui mereka senang hidup di sepanjang pinggiran utara sungai Rhine.

Mereka masuk ke wilayah kerajaan Romawi melalui jalur utara dan timur sungai Rhine yang saat ini menjadi wilayah bagian utara Belgia dan selatan Netherlands (Belanda).

Untitled

Mereka menyerbu wilayah Romawi untuk menaklukannya sekitar tahun 358 Masehi, kemudian mendirikan kerjaan baru yang melingkupi wilayah Perancis, Belgia, Netherlands, serta wilayah barat Jerman saat ini.

Peristiwa ini juga dibarengi dengan perpindahan agama dari aliran Pagan (penyembah berhala) menjadi agama Kristen yang pertama kali disebarkan oleh raja Frankish bernama Clovis pada akhir abad 5 Masehi, merupakan momen yang sangat penting dalam sejarah perkembangan ajaran agama Kristen di Eropa.

Selanjutnya bangsa Franks memberikan nama resmi untuk negara yang baru mereka huni setelah merebutnya dari pasukan Romawi, dan merubahnya dengan nama indah dan romantis yaitu France atau Perancis.

Erat kaitannya dengan para penghuni baru di Perancis, beberapa bangsawan dari suku Barbar kuno membawa serta kebiasaan mereka dalam melakukan sarapan pagi dengan menyantap roti khas suku Barbar bernama croissant.

Croissant memiliki bentuk unik dan cantik yang merupakan perwujudan dari lambang bulan sabit agama Islam (Islamic crescent), croissant (crescent) pertama kali diciptakan di Wina sebagai kudapan ringan untuk sarapan pagi atau acara tea afternoon, dimana diketahui bahwa Austria pada tahun 1683 suka membuat acara – acara pesta untuk merayakan kekalahan pasukan Muslim Turki ketika mereka mengepung kota tersebut dengan maksud menjajah.

Croissant merupakan simbol dari bendera Turki berbentuk bulan sabit (crescent). Ketika mereka memakan roti tersebut untuk sarapan pagi.

Beberapa suku Barbar kuno yang saat ini banyak menetap di kota Paris percaya bahwa mereka turut merasakan kegembiraan pasukan Wina karena berhasil menggagalkan serangan pasukan Muslim yang bermaksud menteror kehidupan mereka yang tentram dan damai di Perancis.

Namun, pakar roti di Perancis tidak ada yang mengetahui sebelumnya tentang resep tertulis lengkap dan asli ala warga Perancis dari suku Barbar yang merujuk kepada kemunculan roti croissant dari koleksi buku – buku resep milik para bangsawan Perancis modern pada abad ke 20 yang melukiskan kelezatan dan kegaringan roti ini.

Baca Artikel Lainnya :

Referensi yang paling baru tentang  roti ini justru baru ditemukan pada tahun 1853 diantara kumpulan resep : Roti – Roti Fantasi Dan Mewah milik keluarga bangsawan di Perancis dan disebarluaskan ke masyarakat di Perancis hingga keluar negeri.

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *