Asal Usul dan Sejarah Masa Pendudukan VOC di Indonesia

Asal Usul dan Sejarah Masa Pendudukan VOC di Indonesia – Pada tahun 1610 sampai 1619, sejarah VOC di Indonesia terfokus pada letak atau posisi markas besar VOC yang berada di Ambon.

Untitled

Meskipun markas tersebut ada di kawasan yang merupakan sentra produksi rempah, kawasan tersebut jauh dari rute dagang Asia dan aktivitas VOC lainnya yang membentang dari Afrika sampai Jepang. Sehingga kemudian mereka mulai mencari kawasan baru sebagai markas besar dan beberapa kawasan mulai menjadi perhitungan.

Salah satu kawasan yang sempat mereka jadikan sebagai markas yakni Selat Malaka yang dinilai taktiks, tetapi Portugis sudah menduduki kawasan tersebut dan membuatnya menjadi berbahaya. Baru pada tahun 1619 saat pengangkatan Jan Pieterszoon Coen sebagai gubernur jenderal VOC, agresi terhadap Banten dilaksanakan dengan pasukan 19 kapal, kemudian dari sisa-sisa tanah Jayakarta VOC membangun sebuah kota baru yang diberi nama Batavia sebagai markas baru.

Pada pemerintahan Coen, eksistensi VOC di Indonesia semakin kuat dengan inspirasinya untuk membuat Batavia sebagai sentra dagang intra-Asia yang membentang dari Jepang ke Tiongkok, Burma, kepulauan Indonesia, Ceylon bahkan persia.

Hal ini diperoleh dengan mempekerjakan prajurit sewaan dari Ambon dan buruh Tiongkok dalam mewujudkan ambisinya. Meskipun agenda ini tidak mampu direalisasikan, kemudian Coen memperkuat kekuatan VOC di Indonesia dengan membuat aliansi bersama Sultan Ternate tepat di tahun 1607 dalam rangka mengontrol produksi cengkeh, sementara masa pendudukan di kepulauan Banda memberi VOC kendali akan perdagangan pala. Pada tahun 1641, pihak Belanda juga turun tangan mengambil alih Malaka dari Portugis dan memberikan mereka kesempatan untuk memegang kendali akan laut sekitar.

Pada pertengahan abad ke-17, Batavia telah menjadi sentra dagang yang penting. Beberapa kali juga kota tersebut telah mampu menghalau agresi dari kerajaan Mataram. Pihak VOC berhasil pula menundukkan Makassar tahun 1667 hingga kemudian mengambil alih pelabuhan di wilayah Sumatra pada 1660, menyebabkan kedudukan VOC di Indonesia menjadi semakin kuat. Selama masa tersebut, VOC seharusnya terfokus pada pendirian pos dagang baru dan semampu mungkin menjauh dari urusan politik dari kerajaan manapun, tetapi pada kenyataannya mereka terlalu jauh masuk dalam konflik internal Jawa.

Baca Artikel Lainnya :

Pada tahun 1740-an, mulai banyak terjadi pemberontakan terhadap VOC yang diawali dengan terjadinya pembantaian penduduk etnis maupun keturunan Tionghoa pada tanggal 9 oktober 1740. Bermula dari Mei 1741, beberapa pos VOC perlahan diserang hingga dihancurkan.

Pada November 1741, Pakubuwono II mulai turun tangan untuk membantu penduduk Tionghoa untuk mengepung pos VOC dengan 30 pucuk meriam beserta total pasukan 20.000 orang Jawa dan juga 3.500 orang Tionghoa. Pada tanggal 1 januari 1800, Belanda kalah perang hingga mengakibatkan VOC dibubarkan karena adanya beberapa alasan layaknya kebangkrutan yang mengakhiri sejarah pendudukan VOC di seluruh wilayah Indonesia.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *