Asal-usul Hajar Aswad, Kisah Sebongkah Batu yang Berasal Dari Surga

Asal usul Batu Hajar Aswad ini bermula di saat nabi Ibrahim serta anaknya sedang membangun Ka’bah. Pada masa tersebut ada berbagai macam komponen yang kurang terpenuhi. Ka’bah sendiri belum mempunyai pintu atau pun atap. Ibrahim dan Ismail pun berusaha dengan begitu keras membawa bebatuan yang berasal dari beberapa gunung untuk menyelesaikan konstruksi tersebut.

fia 63

Hajar Aswad sendiri menjadi hal yang begitu penting saat umat Islam melaksanakan perjalanan Hajinya, dimana tawaf dimulai serta diakhiri ketika umat yang sedang berhaji menatap Hajar Aswad ini. Selama bertahun-tahun memang tidak terhitung jumlah orang yang mencium batu ini ketika melakukan perjalanan haji.

Asal usul dari batu Hajar Aswad ini tidak dapat lepas dari adanya sejarah Ka’bah ini sendiri. Pembangunan Ka’bah ini dilakukan oleh Ibrahim dan juga anaknya Ismail. Allah telah menunjukkan Ibrahim dimana mereka harus melakukan sebuah pembangunan, tepat amat dekat dengan sumur Zamzam, hingga pada akhirnya Ibrahim beserta Ismail pun mulai mengerjakan konstruksi ini kira-kira di tahun 2130 sebelum masehi.

Saat pembangunan berlangsung, Ibrahim pun menyadari bila ada banyak sekali komponen yang tidak dapat dibuat ia pun menyusuri gunung untuk mencari komponen tersebut.

Hingga seluruh Ka’bah selesai dibangun Ibrahim pun masih merasa jika ada sebuah bagian penting yang hilang, Ibrahim pun memerintahkan Ismail mencari sebuah batu lagi yang bisa memberi sinyal ke umat manusia. Ismail pun mencari dan pergi dari sebuah bukit ke bukit yang lainnya hanya demi mencari sebuah batu yang dapat menjadi suar serta memberi tanda ke umat islam.

Pada saat ini malaikat Jibril diutus oleh Allah agar membawakan sebuah batu yang konon dulu ia mempunyai warna putih serta diberikannya kepada Ismail.

Karena mendapati batu putih yang begitu indah ini, Ismail pun pulang. Alangkah bahagianya Ibrahim ketika ia melihat batu yang Ismail bawa. Ismail kemudian menjawab pertanyaan dari Ibrahim tentang dimana ia bisa menemukan lokasi batu ini, Ismail pun menjawab bila ia menerima batu ini dari seseorang yang nantinya tidak akan membebani anak cucunya atau pun anak cucumu (Jibril). Ibrahim kemudian mencium batu ini, hingga akhirnya gerakan ini di ikuti oleh Ismail.

Sejarah dari batu Hajar Aswad pun berlanjut, sebelumnya ia memang pernah mengalami beberapa kerusakan yang cukup signifikan, batu ini pun juga diceritakan pernah pecah dikarenakan batu yang ditembakkan ketapel ketika terjadi penyerangan yang berada di Mekah.

Fragmen-gfragmen ini pun kemudian di satukan kembali Abdullah Ibnu Zubayr dengan menggunakan perak. Di tahun 930 batu ini dicuri kaum Qarmati dan berada di tempat yang sekarang bernama Bahrain, hingga sekarang ini batu ini menjadi sebuah bagian yang penting saat melaksanakan ibadah haji.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *