Asal Usul Terbentuknya Danau Telaga Warna

Asal Usul Terbentuknya Danau Telaga Warna – Danau tiga warna merupakan salah satu objek wisata alam yang ada di Bandung, Jawa Barat. Berkat keindahan alamnya, tempat ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

Danau ini disebut sebagai danau tiga warna karena terdiri dari danau yang sangat luas dengan disekat oleh tebing menjadi tiga bagian dan masing masing danau tersebut memiliki warna yang berbeda sehingga menjadikan danau tersebut unik dan membuat para wisatawan dibuat penasaran untuk melihat langsung keindahan danau tersebut.

Sebenarnya perbedaan warna yang dipancarkan disebabkan oleh pantulan cahaya matahari yang membiaskan cahaya ke danau sehingga ketiga warna danau tersebut berbeda beda. Namun terdapat cerita lain mengenai asal usul danau tiga warna tersebut yaitu adanya cerita legenda rakyat dan masyarakat yang disekitar danau tersebut mempercayai mengenai cerita legenda tersebut.

Dahulu kala terdapat sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang abu yang arif bijaksana serta sangat baik terhadap rakyatnya. Pada masa pemerintahan prabu tersebut rakyat hidup sejahtera dan tentram sehingga rakyat sangat mencintai sang prabu begitu pula sebaliknya. Sudah beberapa tahun prabu dan istrinya menikah namun tidak juga dikaruniai oleh putra maupun putri dan sang permasuri sangatlah sedih atas keadaan yang dialaminya.

Pada suatu hari sang prabu pergi ke hutan untuk menenangkaan diri dan berdoa kepada yang kuasa agar diberikan keturunan dan tak lama setelah sang prabu pulang bertapa dari hutan sang istripun ternyata hamil. Alangkah bahagianya keluarga kerajaan bersama para rakyatnya dan ternayat sang permaisuri melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan semakin lengkaplah kebahagian kerajaan tersebut.

Seiring bertambahnya waktu sang putripun semakin tumbuh dewasa dan cantik. Namun, karena ia adalah anak satu satunya dan untuk medapatkannya sangatlah sulit maka putri tersebut tumbuh mejadi anak yang manja. Semua hal yang ia inginkan haruslah dituruti oleh kedua orangtuanya dan karena kedua orang tuanya sangat sayang kepadanya maka keduanyapu tak mampu menolak.

Suatu ketika sang putri beranjak remaja dan menginjak usia tujuh belas tahun. Pada usiaya tersebut sang putri ingin ulang tahunnya dirayakan dengan pesta yang megah dan mewah. Kedua oraguanya mengikuti keinginan putri tersebut lalu dibuatlah pesta ulang tahun sesuai keinginannya.

Rakyat yang mendengar berita sang putri ulang tahun turut berbahagia dan mengumpulkan emas untuk dibuatkannya menjadi kalung sebagai hadiah ulang tahun sang putri. Saat acara ulang tahun berlangsung, rakyat turut menghadiri pesta tersebut dan memberikan kalung yang telah dibuat dengan perantara permaisuri.

Namun, saat permaisuri memberikan kalung tersebut sang putri menolaknya karena menganggap kalung tersebut jelek. Sang putri marah dan pergi dari pesta tersebut. Kedua orang tuanya sangatlah sedih melihat putri yang dicintainya menjadi begitu sobong dan angkuh. Rakyat yang melihat hal tersebut juga sangat sedih hingga meneteskan air mata akibat kecewa oleh ulah sang putri.

Saat keadaan tersebut semakin mengharukan, tiba tiba terjadi badai besar yang mengakibtkan hujan turun begitu derasnya. Desa dan kerjaan tersebut tenggelam bersama dengan sang putri yang sombong lalu terbentuklah sebuah danau yag besar.

Warga percaya warna warni pada danau teersebut merupakan warna dari batu permata yang menempel pada kalung emas yang merupakan hadiah para rakyat untuk sang putri. Hingga akhirnya danau tersebut dijuluki danau telaga warna.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *