Aurora, Fenomena Cahaya Langit Menawan

Aurora, Fenomena Cahaya Langit Menawan – Pernahkah Anda melihat aurora? Cahaya berwarna-warni di langit ini merupakan fenomena yang sering muncul di kutub. Penduduk Eropa telah melihatnya sejak dahulu kala, yang melahirkan banyak legenda dan kepercayaan. Bagi orang-orang Inuit yang berada di daerah kutub, aurora adalah perwujudan dari para arwah nenek moyang yang sedang melakukan permainan di angkasa, dan bila melihat terlalu lama akan membuat Anda menjadi gila.

a

Apa itu aurora? Bagaimana asal mulanya?

Dari pelajaran IPA di sekolah dasar, Anda tentu tahu bahwa atmosfer bumi terdiri dari beberapa lapisan. Pada dasarnya, aurora merupakan sebuah pancaran cahaya yang ada di bagian atas atmosfer bumi, dan terjadi ketika angin matahari dan medan magnetik bumi saling bertumbuk. Untuk lebih jelasnya, beginilah penjelasan sederhananya:

  1. Bayangkan, matahari mengeluarkan jutaan partikel energi setiap saat.
  2. Partikel energi berupa proton serta elektron tersebut terlepas, dan ngebut dengan kecepatan 500 mil per detik, yang lalu menjadi terhisap ke daerah kutub bumi.
  3. Partikel-partikel berenergi menembus lapisan ionosfer, yaitu lapisan teratas dari atmosfer bumi
  4. Partikel proton dan elektron bertabrakan dengan partikel ion yang berasal dari medan magnetik di bumi, dan terjadilah aurora dengan warna yang berbeda-beda.

Hal ini juga menjelaskan kenapa aurora hanya bisa terlihat di daerah yang dekat dengan kutub, dan kenapa fenomena ini tidak terjadi di Indonesia.

Mengapa aurora berwarna-warni?

Seperti yang sudah dijelaskan, fenomena aurora ini terjadi karena partikel-partikel itu saling bertubrukan. Hal-hal yang mempengaruhi kenapa aurora bisa mempunyai warna yang berbeda pada dasarnya dipengaruhi oleh partikel atom mana yang bertabrakan dengan angin matahari tersebut, dan juga ketinggiannya. Inilah beberapa warna aurora dan penyebabnya :

  • Aurora berwarna ungu adalah tanda bahwa partikel matahari menghantam atom nitrogen, dan terjadi di bagian atmosfer yang sangat tinggi.
  • Aurora hijau terjadi jika yang ditabrak oleh partikel matahari adalah atom oksigen di ketinggian 140 km.
  • Bila terjadi tabrakan dengan atom hidrogen di ketinggian 300 km, aurora akan berwarna merah.

Apa pengaruh aurora?

Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa aurora merupakan hal yang berbahaya bagi kehidupan manusia. Hanya saja, karena berhubungan dengan medan magnetik bumi dan mengandung aliran listrik, maka kemungkinan yang terjadi adalah adanya gangguan dalam jaringan telekomunikasi, seperti misalnya radio dan juga televisi. Kerusakan paling ekstrim yang disebabkan aurora terjadi di bulan September 1851, ketika aurora melumpuhkan sistem telegraf di New England, Amerika Serikat.

Di mana melihatnya?

Aurora merupakan sebuah fenomena alam yang luar biasa, yang sayangnya tidak dapat dilihat orang-orang Indonesia kecuali Anda bepergian ke negara Eropa. Sebagian kecil tempat di Amerika juga merupakan tempat yang tepat untuk melihatnya. Tentu saja, tempat paling tepat untuk melihat fenomena alam ini adalah di daerah kutub, dan sebagai orang dari negara tropis, Anda akan mendapatkan kesulitan untuk menyesuaikan diri di sana.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *