Awal Diselenggarakannya Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Penyelenggaraan maulid nabi Muhammad SAW tidak pernah terjadi kalau nabi Muhammad tidak dilahirkan dalam keluarga Bani Hashim, keluarga yang cukup ternama di Mekkah. Nabi Muhammad SAW lahir pada rabiul awal 570, bersamaan dengan tahun gajah. Diberi nama tahun gajah sebab di masa-masa tersebut pasukan dari raja Abraha gagal menghancurkan Mekkah dengan pasukan gajahnya.

fu 68

Penganut muslim sunni percaya bahwa hari kelahiran nabi Muhammad SAW ialah tanggal 12, sementara penganut muslim syiah percaya nabi Muhammad lahir pada fajar tanggal 17 rabiul awal.

Dikala lahir, ayah dari nabi Muhammad SAW yakni Abdullah bin Abdul Muttalib sayangnya telah meninggal dunia hingga meninggalkannya hanya bersama ibunya yang bernama Aminah binti Wahab, saudara termuda dari pemimpin kelompok bani zuhrah pada masa itu. Nama yang diberikan ibunya, yaitu Aminah pada nabi Muhammad SAW bahkan bukan nama yang populer, nama tersebut awalnya dipilih setelah mendapat penerawangan pada saat sedang mengandung.

Dalam catatan sejarah, peringatan maulid nabi Muhammad SAW yang pertama kali tercatat diklaim asal muasalnya dari abad ke-12 dan kemungkinan besar asalnya juga dari Persia. Meski begitu, penyebutan pertama perihal perayaan maulid nabi Muhammad SAW dalam catatan sejarah baru ada melalui goresan-goresan pena dari Al-din bin Al-ma’mun yang wafat pada tahun 1192 dan merupakan anak dari Mawa’iz Al i’tibar Fi Khitat Misr Wal Amsar, yaitu seorang grand vizier khalifah fatimid, Al-amir berkuasa sejak tahun 1101 sampai 1130.

“Purwarupa” sejarah peringatan maulid nabi Muhammad SAW telah ada melalui perayaan kelahiran nabi Muhammad SAW sebagai hari suci yang dilaksanakan secara langsung pada akhir abad ke-12.

Dulunya, peringatan hari lahir nabi Muhammad SAW merupakan sebuah momen perayaan yang tidak terlalu populer hingga pada akhir abad ke-12 dimana rumah yang digunakan untuk merayakan maulid ke tangan banyak orang. Pencetus dilaksanakan penyelenggaraan ulang tahun nabi Muhammad SAW di kota Sabta ini ialah Abu ‘i’abbas Al-azafi sebagai suatu cara untuk menyerang balik festival-festival kristen dan demi menguatkan identitas kaum muslim.

Sejarah peringatan maulid nabi Muhammad SAW ini juga ditulis ke dalam khitat milik Al-maqrizi, dimana dalam catatan tersebut, kekhalifahan fatimid seringkali melaksanakan banyak sekali macam festival sekaligus perayaan, di dalamnya dikenal pula perayaan hari ashura, tahun baru, ulang tahun nabi Muhammad SAW, ulang tahun Al-husayn, ulang tahun Al-hasan, ulang tahun Ali, ulang tahun Fatimah, hari pertama beserta kelima belas rajah, ulang tahun Khalifah pada masa itu, hari pertama serta kelima belas sya’ban, festival ramadhan tepatnya di awal, pertengahan beserta akhir ramadhan, kekhataman, perayaan hari idul fitri, peringatan idul kurban maupun beberapa hari yang lainnya.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *