Awas ! Pemberian Hukuman dapat Menyebabkan Sifat Pendendam pada Anak

Awas ! Pemberian Hukuman dapat Menyebabkan Sifat Pendendam pada Anak – Mungkin kamu semua telah mendengar kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Citra Gran Cibubur, daerah Bekasi, Jawa Barat.

Untitled

Pada mulanya kasus kekerasan ini merupakan hasil laporan dari warga yang mendengar dan melihat pelaku, yaitu T (45) dan N (42), yang tidak lain adalah orangtua dari korban, melakukan aksi kekerasan terhadap anak-anaknya. Kasus ini segera ditangani oleh pihak kepolisian yang langsung mendobrak rumah keluarga tersebut.

Awalnya sang pelaku menolak untuk membukakan pintu, akhirnya polisi bertindak represif dengan membuka paksa pintu dan langsung mengamankan anak korban. Adapun alasan yang membuat pelaku tega melakukan hal tersebut tidak lain adalah cara tersangka mendidik anaknya agar sang anak, terutama AD (8) yang notabene nya adalah anak laki-laki pelaku agar tidak berperilaku manja terhadap orangtuanya. Akan tetapi setelah kasus ini dikembangkan, ternyata tersangka merupakan pecandu narkoba yang membuat emosi keduanya sangat tidak stabil.

Psikolog dari Lembaga Konsultasi Daya Insani mengungkapkan bahwa cara represif yang dilakukan oleh tersangka dinilai sangat tidak tepat untuk zaman sekarang. Pemberian hukuman terhadap anak bukanlah cara yang tepat saat ini, bahkan bukan merupakan cara mendidik yang baik. Untuk itu, pemberian konsekuensi kepada anak dianggap sangat tepat dalam kondisi yang sekarang. Selain itu, pemberian konsekuensi akan memberikan motivasi yang baik bagi si anak.

Ketika seorang anak berperilaku baik, hendaklah diberikan konsekuensi berupa pemberian apresiasi berupa hadiah dsb. akan tetapi jika si anak berperilaku buruk, hendaknya diberikan sanksi kecil atas perbuatannya.

Misalnya saja ketika si anak mendapatkan rangking 1 di sekolahnya, bisa di apresiasi dengan memberikannya Mainan. Akan tetapi jika raport si anak jelek, bisa diberikan sanksi berupa pengurangan uang jajan. Tindakan persuasif ini dapat memberikan kondisi yang baik pada anak dan memberikan motivasi kepada anak agar selalu berbuat yang lebih baik.

Sani juga menambahkan bahwa pemberian hukuman yang represif seperti memukul si anak, hingga mengucapkan kata-kata kasar pada anak, justru akan membuat rasa dendam yang amat sangat kepada si anak sehingga dapat menimbulkan perangai yang kasar.

Bahkan beberapa anak yang mendapatkan perlakuan kasar dari orangtuanya cenderung pemarah dan berperilaku kasar terhadap teman sebayanya. Sehingga pemberian hukuman pada anak sebenarnya justru akan membuat tujuan mendidik anak agar tidak manja dan mandiri menjadi tidak tercapai.

Perilaku kekerasan terhadap AD sudah terjadi sebulan belakangan ini. Si anak sering diterlantarkan di luar tanpa diberikan makan, diberikan hukuman fisik dan psikis sehingga mengganggu mental si anak. Untuk itu tim cepat tanggap Kementerian Sosial segera bertindak mengamankan si anak dan membawanya ke safe house kemensos.

Si anak akan diberikan konseling untuk memulihkan trauma yang ditimbulkan akibat kekerasan yang dialaminya tersebut. Untuk itu perilaku tersebut tidak dapat lagi diterapkan kepada anak. Perilaku kekerasan terhadap anak pasti akan menimbulkan rasa benci anak terhadap orangtuanya.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *