Bagaimana Bisa Terjadinya Gempa Bumi?

Gempa bumi dapat didefinisikan sebagai guncangan atau getaran yang terjadi di lempeng kerak Bumi dan dapat dirasakan sampai permukaan Bumi. Bumi yang kita tinggali ini selalu bergerak, dan pergerakan ini dapat menimbulkan tekanan di dalam Bumi.

Jika tekanan yang dihasilkan sudah terlalu kuat untuk dapat ditahan, maka saat itulah akan terjadi gempa bumi.

k 133

Kebanyakan gempa bumi terjadi karena ulah tekanan pada lempeng yang bergerak sehingga menimbulkan terlepasnya energi yang cukup besar.

Keadaan ini akan terus berlanjut sampai pada titik dimana pinggiran lempengan tidak dapat lagi menahan energi dari tekanan yang ada sehingga energi memaksa keluar dan terjadilah gempa bumi.

Ada dua jenis gempa bumi, yaitu:

  • Gempa bumi vulkanik

Disebabkan oleh aktivitas magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi jenis ini biasa terjadi ketika gunung berapi akan meletus. Getaran yang dihasilkan dari gempa jenis ini hanya dirasakan oleh daerah di sekitar gunung berapi.

  • Gempa bumi tektonik

Disebabkan oleh aktivitas tektonik (pergerakan lempeng-lempeng bumi) di dalam kerak bumi. Aktivitas tektonik ini meliputi pergeseran lempeng-lempeng bumi secara mendadak yang melepaskan energi dari yang sangat kecil sampai yang sangat besar.

Teori lempeng tektonik menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapis batuan, sebagian besar area dari lapisan ini akan terlepas, hanyut dan mengapung seperti pada lapisan salju.

Lapisan-lapisan ini bergerak secara perlahan dan saling bertabrakan satu sama lain sehingga menimbulkan pergeseran, perpecahan, dan gerakan yang melepas energi dalam jumlah besar. Inilah yang menimbulkan terjadinya gempa tektonik.

Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempeng-lempeng bumi. Gempa bumi yang menimbulkan kehancuran paling parah biasanya terjadi di perbatasan translasional dan kompresional.

Baca Artikel Lainnya :

Gempa bumi yang cukup jarang terjadi adalah gempa yang disebabkan oleh terkumpulnya massa air yang sangat besar—seperti yang terjadi di Dam Karibia, Zambia, Afrika. Selain itu, bisa juga terjadi akibat injeksi atau ekstraksi cairan dari atau ke dalam bumi.

Misalnya, yang terjadi di Rocky Moutain Arsenal—tepatnya di pembangkit listrik tenaga panas bumi-nya. Yang terakhir, gempa juga dapat diakibatkan oleh perbuatan manusia seperti peledakan bahan peledak. Gempa jenis ini disebut sebagai seismisitas terinduksi.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *