Bagaimana Cara Mudah Budidaya Kentang Di Dataran Tinggi?

Bagaimana Cara Mudah Budidaya Kentang Di Dataran Tinggi? – Kentang atau dalam bahasa latin Solanum tuberosum L merupakan salah satu jenis tanaman berkeping dua atau biasa disebut dengan tumbuhan dikotil. Tanaman yang satu ini dapat berkembangbiak dengan cara vegetatif melalui umbi.

kentang1

Kentang merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat hidup dengan subur di daerah yang memiliki iklim sejuk. Oleh sebab itu budidaya kentang banyak kita jumpai di wilayah dataran tinggi. Daerah yang cocok untuk budidaya kentang adalah daerah yang memiliki ketinggian antara 1000 hingga 2000 meter di atas permukaan air laut dengan suhu antara 14 sampai 22 derajat celcius.

Sedangkan curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman kentang adalag curah hujan sedang, antara 1000 sampai 1500 mm. Kentang tidak bisa hidup dengan baik di tempat yang memiliki curah hujan tinggi, karena bisa mengakibatkan kebusukan pada umbi kentang.

Di Indonesia, keberadaan kentang terbilang sangat populer. Hampir setiap wilayah di Indonesia kita dapat menjumpai tanaman yang satu ini dengan mudah. Kentang sendiri bisa diolah menjadi berbagai macam jenis makanan. Oleh sebab itu permintaan pasar akan kentang juga sangat tinggi.

Masih kurangnya petani yang membudidayakan kentang, membuat peluang usaha budidaya kentang masih terbuka lebar. Proses budidaya kentang juga terbilang mudah dan murah tentunya. Berikut ada beberapa cara mudah budidaya kentang di wilayah dataran tinggi yang bisa dicoba.

1. Pengolahan Tanah
Hal pertama yang harus dilakukan dalam proses budidaya kentang adalah pengolahan tanah. Cek dulu kegemburan tanah. Apabila masih padat sebaiknya dibajak sedalam 30 cm terlebih dahulu kemudian didiamkan selama dua sampai tiga hari. Setelah itu tanah digaru sedalam 5 cm dan dibiarkan selama satu minggu sebelum ditanami kentang.
Selain itu juga harus diperhatikan kondisi kelembaban tanah. Mengingat kentang sendiri merupakan tanaman yang sensitif, jadi tidak bisa hidup di tanah yang terlalu kering dan terlalu basah.Solusinya adalah dengan membangun sistem irigasi yang baik.

2. Pemupukan
Setelah tanah siap, selanjutnya dilakukan proses pemupukan dengan cara memberikan pupuk kandang atau kompos dengan perhitungan 20 sampai 50 ton per hektar. Selain itu juga bisa ditambahkan NPK sebanyak 350 kilogram per hektar.

3. Penanaman
Sebelum bibit umbi kentang ditanam, sebaik disimpan terlebih dahulu selama kurang lebih tiga bulan. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah bibit bisa bertunas dengan baik. Sortir bibit yang memiliki tunas terlalu panjang. Karena bibit yang bertunas terlalu panjang kurang baik untuk ditumbuhkan lebih lanjut. Bibit yang ideal memiliki berat antara 30 sampai 50 gram per buah.

4. Pemeliharaan
Pemeliharaan kentang yang bisa dilakukan meliputi penyiraman, penyiangan, dan pemberantasan hama. Penyiraman dilakukan pada saat tanah sudah mulai kering. Apabila tanah lembab, tidak perlu dilakukan penyiraman agar kentang tidak busuk. Panyiangan gulma sebaiknya dilakukan setelah satu bulan pasca penanaman. Dan untuk perlindungan kentang dari hama bisa dilakukan penyemprotan fungisida maupun insektisida saat kentang sudah berumur 10 hari.

Obat yang digunakan untuk pengendalian hama bisa berupa fungisida (dithane dan vondozeb) ataupun insektisida (hostathion). Berikan dosis sesuai dengan takaran yang telah dianjurkan. Biasanya takaran pemakaian sudah tertera pada kemasan.

5. Pemanenan
Pada umumnya, kentang bisa dipanen dalam waktu 80 sampai dengan 120 hari pasca ditanam. Namun ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi atau merubah waktu panen, seperti jenis varietas, jenis tanah, sampai dengan iklim.

 

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *