Bagaimana Cara Tepat Budidaya Timun Suri?

Bagaimana Cara Tepat Budidaya Timun Suri? – Mendengar nama timun suri pasti banyak orang yang memiliki persepsi bahwa tanaman ini merupakan salah satu jenis tanaman yang masuk dalam keluarga timun-timunan. Hal tersebut sebenarnya kurang tepat, karena timun suri lebih cocok dimasukkan ke dalam keluargan semangka, labu, dan melon.

timuns

Ya, menurut salah satu riset mengatakan bahwa kromosom timun suri 2n = 24, sedangkan mentimun memiliki kromosom inti 2n = 14. Terpaut sangat jauh. Oleh sebab itulah mengapa timun suri tidak bisa dikatakan sebagai jenis mentimun walaupun memiliki kemiripan nama.

Timun suri merupakan salah satu jenis tanaman yang cukup populer di Indonesia. Hampir di semua daerah terdapat petani yang menanam timun suri, walaupun tak sebanyak mentimun dan semangka. Permintaan pasar akan timun suri masih sangat tinggi, mengingat para petani masih belum bisa memenuhi permintaan secara keseluruhan. Oleh sebab itu peluang usaha budidaya timun suri masih terbuka lebar.

Budidaya timun suri cukup diminati karena selain mudah, tanaman yang satu ini lebih tahan terhadap hama dibanding dengan mentimun biasa. Dengan kata lain timun suri lebih tahan banting di berbagai macam kondisi. Selain itu banyak orang yang gemar mengonsumsi timun suri karena kandungan vitaminnya yang tinggi, seperti provitamin A dan vitamin C.
Namun untuk bisa menghasilkan timun suri yang berkualitas, harus mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut beberapa cara tepat yang bisa dilakukan dalam membudidayakan tanaman timun suri.

1. Olah Lahan
Sebelum memulai menanam timun suri, hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan lahan. Lahan yang digunakan untuk menanam timun suri harus datar (tidak ada bedengan), dan harus gembur. Oleh sebab itu disarankan untuk mencangkuli lahan terlebih dahulu sebelum ditanami timun suri.

Apabila lahan sudah jembur selanjutnya buat lubang berjajar di sepanjang lahan dan masukkan pupuk kompos ke dalamnya. Diamkan selama dua hari dan setelah itu lahan siap untuk ditanami timun suri.

2. Penanaman
Setelah lahan siap, selanjutnya benih timun suri dimasukkan ke dalam lubang yang telah diberi kompos dan didiamkan selama 2 hari. Masukkan dua benih timun suri ke masing-masing lubang. Setelah itu tutup dengan tanah dan lakukan penyiraman setiap hari. Biasanya benih akan tumbuh setelah hari ke-tujuh secara serampak. Namun jika ada benih yang belum tumbuh bisa dilakukan penyulaman.

3. Perawatan
Perawatan tanaman timun suri tergolong sangat mudah, karena tanaman yang satu ini tahan banting. Timun suri tak memerlukan asupan air yang banyak. Jadi tanaman ini tidak memperlukan penyiraman secara rutin seperti tanaman-tanaman lainnya. Namun yang perlu diperhatikan adalah, lakukan penyiangan setelah hari ke-tujuh pasca timun ditanam. Hal tersebut berguna untuk membantu timun agar bertahan dari serangan gulma. Akan tetapi saat setelah timun suri tumbuh dan berbuah, gulma justru bermanfaat untuk alas timun yang menempel di tanah agar terhindar dari serangan hama lain seperti cacing.

4. Panen
Panen timun suri dapat dilakukan pada hari ke 60 sampai 75 pasca timun di tanam. Namun setiap jenis timun suri memiliki masa yang berbada-beda. Kebanyakan timun suri bisa dipanen sebanyak 10 kali. Setelah itu tanaman harus diganti dengan yang baru.

Untuk mengetahui timun suri yang telah matang adalah dengan cara memegang buah timun suri. Apabila saat dipegang timun lebas dari tangkai dengan sendirinya, itu berarti sudah matang dan siap dipanen.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *