Bagaimana Membedakan Sporofit dan Gametofit?

Bagaimana Membedakan Sporofit dan Gametofit? – Siklus hidup pada tumbuhan melibatkan adanya pergantian dua generasi yaitu generasi sporofit dan gametofit. Akan tetapi sebenarnya bagaimana perbedaan antara fase sporofit dan gametofit?

Untitled

Baca Artikel Lainnya :

Ketika Anda belajar mengenai siklus hidup tumbuhan, protista dan jamur, maaka Anda menemukan istilah pergantian generasi. Dimana bergantinya generasi ini mengacu terhadap pergantian dua fase yaitu fase diploid multisel yang berganti dengan fase haploid multiseluler.

Generasi ini merupakan fase di dalam siklus reproduksi tumbuhan. Salah satunya yaitu seksual sementara yang lainnya yaitu aseksual. Terdapat beberapa perbedaan diantara tahap sporofit dan gametofit. (Baca Juga : Proses Pembentukan gamet betina)

Sporofit (2n)

Fase ini pada siklus hidup tumbuhan merupakan aseksual dan generasinya dikenakan spora tumbuh-tumbuhan serta menampilkan sel diploid. Dapat dikatakan bahwa sel-sel tumbuhan pada fase atau generasi ini memiliki dua set kromosom di dalam sel mereka. Sel atau zigot yang dibuahi merupakan apa yang membantu guna membentuk sporofit.

Dengan proses pembelahan reduksi (meiosis), sporofit akan menghasilkan spora haploid ini. Karena spora ini terbentuk di dalam generasi, nama yang diberikan pada tahap ini yaitu sporofit. Sementara spora haploid sendiri kemudian akan membentuk suatu generasi gametofit selanjutnya yang tumbuh menjadi multiseluler, untuk individu haploid dikenal dengan gametofit.

Seperti yang disinggung di atas bahwa zigot yang dibuahi merupakan diploid, tetapi spora yang akan dibentuk adalah haploid. Hal ini dapat terjadi akibat pembelahan reduksi maupun meiosis yang saat itu terjadi. Meiosis adalah proses dimana jumlah kromosom di setiap sel akan ditebang setengah dan juga sel-sel berikutnya yang terbentuk memiliki setengah jumlah kromosom dari sel induknya.

Gametofit (n)

Tahap pergantian yang lainnya dalam siklus hidup tumbuhan yaitu generasi gametofit (masa gamet terbentuk). Ini merupakan fase tumbuhan dimana gamet (sperma dan sel telur) terbentuk sebagai haploid (n) yang hanya memiliki satu set kromosom di dalamnya. Sehingga fase gametofit termasuk seksual karena tahapannya menghasilkan gamet pada siklus hidup tumbuhan.

Spora sebenarnya merupakan sel-sel pertama dari generasi gametofit. Spora ini sendiri menjalani proses mitosis, sel-sel yang identik dengan nomor sama ketika kromosom terbentuk. Gamet jantan serta betina dengan “n” jumlah kromosom sama. Saat gamet ini bertemu, mereka bertemu menjadi zigot yang dapat dibuahi dan diploid (2n).

Diploid zigot ini selanjutnya membentuk dasar dari generasi sporofit. Ia kemudian membentuk sel-sel pertama dari generasi sporofit diploid. Sementara zigot nantinya tumbuh menjadi sporofit yang membentuk spora haploid di dalam generasi sporofit terus menerus pada siklus hidup tumbuhan.

Sporofit vs gametofit

Ketika memperhatikan generasi sporofit kemudian dibandingkan dengan gametofit, maka terdapat beberapa poin yang sangat mencolok seperti halnya fase diploid pada sorofit dan gametofit sebagai generasi haploid.

Selain itu fase sporofit merupakan aseksual sementara gametofit adalah seksual. Sel pertama dari generasi sporofit merupakan zigot diploid dan gametofit memiliki sel pertama spora haploid. Selanjutnya pada fase sporofit terbentuk spora haploid, pada fase gamtetofit terbantuk diploid gamet betina dan jantan.

Hingga pada dominasi yang berkaitan, dalam lumut dan lumut hati. Fase gametofit merupakan satu bentuk yang lebih besar dan dikenal dari tumbuhan, padahal pada fase sporofit kecil dan baru dapat ditemukan pada tumbuhan saat fase gametofit. Akan tetapi dalam angiosperma justru sebaliknya.

Di fase sporofit dikenal sebagai fase mandiri dan lebih besar, sementara fase gamtofit lebih kecil serta semakin berkurang menjadi serbuk sari. Gametofit betina terdiri dari 8 sel dan berada di dalam ovula.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *