Bagaimana Unsur dan Standar Penilaian Baku Mutu Air Bersih?

Bagaimana Unsur dan Standar Penilaian Baku Mutu Air Bersih? – Air yang telah tercemar menyebabkan penyimpangan dalam standar kualitas air. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kualitas air berubah sehingga tidak sesuai lagi dengan standar baku mutu yang dipersyaratkan oleh pemeritah. Standar baku mutu merupakan penilaian terhadap air apakah air itu layak digunakan oleh manusia atau tidak (tidak berbahaya).

Untitled

Dalam standar baku mutu ada nilai maksimal untuk kualitas air. Apabila nilai melebihi nilai maksimal yang sudah ditentukan berarti air tersebut tidak sesuai dengan standar baku mutu air bersih atau dianggap berbahaya. Apabila bahan-bahan kimia atau senyawa kimia yang ada dalam air jumlahnya berlebih atau di atas standar baku mutu air bersih maka air tersebut perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

Ada beberapa aspek yang diperlukan untuk menilai baku mutu air bersih diantaranya adalah fisik, kimia dan biologi (bakteriologis). Adapun aspek-aspek yang digunakan untuk menilai baku mutu air bersih adalah

Suhu

Apabila suhu air meningkat maka akan menyebabkan oksigen terlarut dalam air akan menurun, kecepatan reaksi kimia akan meningkat sehingga kehidupan ikan dan hewan lainnya yang hidup pada air tersebut akan terganggu. Jika suhu pada air tersebut di atas toleransi maka ikan beserta hewan lainnya akan mati.

Derajat keasaman (pH)

Derajat keasaman atau pH untuk air yang normal atau biasa adalah 6-8, sedangkan pada air yang tercemar (misalnya air limbah) mempunyai derajat keasaman atau pH yang berbeda tergantung dari jenis limbahnya.

Warna, bau serta rasa

Air yang tidak berwarna, tidak bau dan tidak berasa merupakan salah satu ciri air yang bagus. Tetapi tidak hanya di nilai dari warna, bau serta rasa saja banyak aspek lain yang perlu dikaji atau diperhatikan. Berubahnya warna, bau serta rasa merupakan salah satu indikator bahwa air tersebut tercemar. Adanya rasa pada air disebabkan adanya pelarutan garam.

Kesadahan

Nilai standar kesadahan yang ditentukan yaitu 500 mg/l, apabila suatu air nilai kesadahannya melebihi standar yang ditentukan maka akan menimbulkan beberapa resiko diantarany adalah terbentuknya lapisan kerak pada alat dapur, mengurangi efektifitas sabun (tidak berbusa), menyebabkan sumbatan pada pipa air serta dapat menyebabkan ledakan pada boiler.

Besi (Fe)

Standar nilai Fe yang sudah ditetapkan adalah 0.1-1.00 mg/l. Tubuh membutuhkan zat besi untuk pembentukan sel darah merah dan dibutuhkan dalam jumlah kecil. Apabila jumlah besi yang ada dalam tubuh tinggi maka dapat menyebabkan gangguan-gangguan pada tubuh.

Nitrit (NO3) dan nitrat (NO3)

Apabila jumlah nitrat dalam tubuh tinggi maka akan berubah menjadi nitrit sehingga akan membentuk methaemoglobin (menghambat sirkulasi oksigen) dan menyebabkan penyakit blue baby. Nitrit sangat beracun dan tidak diperbolehkan ada dalam air minum.

Mangan (Mn)

Standar nilai mangan yang sudah ditetapkan adalah 0.05-0.5 mg/l. Rata-rata mangan yang dibutuhkan oleh manusia adalah 10 mg/l dalam sehari. Mangan ini mempunyai sifat toksik untuk pernafasan.

Timbal (Pb) dan Cadmium (Cd)

Timbal dan cadmium merupakan logam berat. Apabila kedua logam berat tersebut terakumulasi dalam tubuh maka akan menyebabkan gangguan kesehatan. Cadmium menyebabkan gangguan lambung, ginjal, mengurangi haemoglobin, pigmentasi gigi dan kerapuhan tulang sedangkan timbal meracuni jaringan syaraf.

Bakteri E. coli

E. coli merupakan organisme pathogen yang dapat menyebabkan penyakit pada pencernaan manusia. Nilai standar E. coli yang ditetapkan untuk air bersih adalah 10 coli/100 ml air.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *