Bahaya Merkuri Akibat Hasil Proses Penambangan

Bahaya Merkuri Akibat Hasil Proses Penambangan – Pertambangan adalah aktivitas pembongkaran, penggalian, serta pengangkutan endapan mineral yang terkandung dalam suatu area. Pertambangan ini mempunyai beberapa tahapan kegiatan secara efektif dan ekonomis menggunakan beberapa peralatan mekanis dan beberapa peralatan sesuai yang dibutuhkan dengan mengikuti teknologi saat ini.

asa

Pada hakikatnya, pembangunan sektor pertambangan dan energy adalah mengupayakan suatu proses pengembangan energi dan sumber daya mineral yang memiliki potensial yang dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Sumber daya mineral ini bersifat tidak terbaharui (wasting asset or unrenewable). Dengan demikian dalam aplikasinya diharapkan dapat keselamatan kinerja dan kelestarian lingkungan hidup serta masyarakat sekitar.

Sebagai contoh proses penambangan emas dengan teknik amalgamasi adalah dengan menggunakan merkuri (Hg). Setiap satu lokasi pengolahan bijih emas menggunakan 1–6 gelondong (setiap gelondong dapat mengolah 12-25 kg bijih dalam sehari). kemudian bijih dimasukkan ke dalam gelondong yang ditambahkan air dan merkuri (diputar selama 4-8 jam) dengan menggunakan mesin diesel (mesin generator). Setelah proses amalgamasi selesai, kemudian amalgam dipisahkan dari tailingnya (diperas dengan kain parasut).

Setelah itu tailingnya dialirkan ke sungai dan tanah sehingga menyebabkan lingkungan tersebut tercemar(terkontaminasi). Penambangan yang dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan terakumulasinya merkuri pada lingkungan sehingga kadar merkuri akan semakin tinggi. Konsentrasi atau kadar merkuri disebabkan oleh pelarutan dari sedimen sungai yang mengandung merkuri serta partikel halus yang terbawa oleh limbah akibat proses amalgamasi. Jangka waktu yang cukup lama, logam merkuri dapat teroksidasi dan terlarut dalam air permukaan sehingga membahayakan lingkungan.

Logam merkuri atau air raksa (Hg) berwarna perak cair dengan nama kimia hydrargyrum. Merkuri bersifat sangat beracun sehingga U.S. Food and Administration (FDA) menentukan Nilai Ambang Batas (pembakuan) kadar merkuri yang berada dalam jaringan tubuh yaitu sebesar 0,005 ppm. Merkuri adalah suatu jenis logam yang banyak ditemukan di alam dan senyawa organik dan anorganik yang terkandung dalam batu-batuan, bijih tambang, tanah, air dan udara.

Pada umumnya kadar merkuri dalam tanah, air dan udara relatif rendah. Akan tetapi karena adanya aktivitas manusia sehingga dapat meningkatkan kadar ini misalnya aktivitas penambangan. Aktivitas penambangan dapat menghasilkan merkuri sebanyak 10.000 ton /tahun. Apabila pekerja terpapar secara terus menerus terhadap kadar 0,05 Hg mg / menyebabkan neutratenia, sedangkan pada kadar 14 0,1 – 0,2 akan menyebabkan Tremor (Penyakit gemetar). Sedangkan dosis fatal adalah 1 gram merkuri.

Merkuri dengan konsentarasi yang tinggi sangat berbahaya untuk lingkungan maupun manusia sendiri. Dengan adanya merkuri dengan konsentrasi yang tinggi pada tanah, air dan udara menyebabkan organisme yang berada di daerah tersebut mengandung merkuri atau bahkan menyebabkan organism e mengalami kematian karena tidak bisa bertahan hidup karena adanya merkuri yang bersifat toksik. Ikan atau bahan lainnya yang mengandung merkuri dikonsumsi oleh manusia juga sangat berbahaya dan apabila mengkonsumsi terus menerus akan menyebabkan penyakit yang berujung pada kematian.

Apabila merkuri masuk ke dalam tubuh manusia akan menyebabkan kerusakan permanen pada hati, otak dan ginjal. Efek toksitas merkuri tergantung jalan masuknya ke dalam tubuh, pada bentuk komposisi merkuri dan lamanya berkembang. Sebagai contoh bentuk merkuri (HgCl2) lebih beracun (toksik) dari bentuk merkuri (HgCl).

Dampak adanya merkuri yang teraakumulasi pada lingkungan akan mempunyai dampak terhadap ekonomi yaitu penurunan hasil panen disebabkan berkurang produksi pertanian (pendapatan menurun), ikan dan hasil sungai lainnya yang terkontaminasi (tidak dapat dipasarkan) dengan demikian mengurangi pendapatan dari sektor perikanan serta biaya program kesehatan dan pendidikan khusus akan mengalami peningkatan.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *