Batik Pernikahan Untuk Orang Tua Pengantin Dengan Motif Truntum Garuda

Dalam sebuah upacara adat pernikahan di dua daerah di pulau Jawa yaitu Solo dan Jogjakarta, para orang tua pengantin dan masing – masing dari keluarga besar kedua mempelai, biasanya mereka menyeragamkan diri memakai busana adat Jawa dengan bawahan berupa kain batik Nusantara dari jenis batik klasik Truntum Kuncoro bermotif Truntum / Truntum Garuda yang sejak dulu disediakan untuk upacara pernikahan adat Jawa  ( terutama daerah Solo – Jogja ).

i 71

Hal ini bertujuan untuk fokus diantara kedua orangtua pengantin dalam menuntun putra – putri mereka sebagai orangtua yang berkewajiban membimbing kedua mempelai agar siap lahir dan bathin memasuki hidup baru yang banyak liku – liku di masa depan.

Motif batik Truntum diciptakan pertama kali oleh seorang Ratu dari Keraton Yogyakarta yang melakukan perjalanan panjang untuk mengasingkan diri ke daerah pesisir pantai di Jogja karena sang suami, Raja menikah lagi dengan seorang Ratu yang baru.

Untuk mengusir rasa kecewa dan melupakan kesedihan yang berlarut – larut, sang Ratu akhirnya menghabiskan waktu luangnya dengan belajar membatik.

Sejak saat itulah tanpa disadari beliau berhasil membuat motif unik dan elegan dari selembar kain batik tradisional khas Nusantara yaitu motif berbentuk bintang – bintang di langit yang gelap pada malam hari.

Rupanya ketekunan dan keberhasilan sang Ratu dalam membatik ini tersebar luas hingga ke Keraton Yogyakarta sehingga mampu menarik perhatian sang Raja untuk memperhatikan istri tuanya dan beliau mulai mendekati Ratu untuk melihat lebih detail tentang pembatikan hasil karya cipta tangan – tangan dingin sang Ratu.

Sejak saat itu, Raja dan Ratu kembali bersanding dan hidup bahagia bersama – sama sambil memperdalam belajar dan memantau perkembangan pembatikan sang Ratu, dimana Raja selanjutnya memberi nama istimewa terhadap karya Ratu yaitu kain batik Jogja dengan motif Truntum, sebagai lambang cinta sang Raja yang bersemi kembali kepada permaisuri pertama.

Sekedar informasi kepada para pecinta batik Nusantara, di bawah ini kami berikan beberapa jenis batik motif Truntum Garuda yang bagus digunakan pada saat anda menghadiri upacara adat daerah setempat di Jawa atau luar pulau :

  • Batik Klasik Sidomukti Kwalitas Mew warna hijau tanah
  • Batik Truntum Pari Motif Lawasan
  • Batik Jawa Klasik Lawasan Motif Pis
  • Batik Lawasan Solo Motif Cepi
  • Batik Parang Bunga Produk Solo, Kai
  • Kain Batik Produk Terbaru Motif Dau warna biru lembut

Baca Artikel Lainnya :

Harga yang ditawarkan dari batik tersebut di atas adalah bervariasi tergantung dari jenis kain yang digunakan sebagai dasar, motif serta warna, dijual mulai harga termurah yaitu Rp. 300.000 hingga mencapai harga 1 juta rupiah ke atas.

Namun penggemar kain batik ini adalah para orang tua karena melihat fungsi dari kain lebih ditujukan untuk busana acara – acara resmi yang erat kaitannya dengan upacara adat dan memang diperuntukkan bagi para orang tua.

Demikian info dari kami, semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *