Beberapa Jenis dan Keberagaman Awan

Awan bukan hanya sekedar gumpalan asap yang berisi air dan membumbung di langit. Ia merupakan salah satu fenomena alam yang dapat kita manfaatkan untuk mengetahui berbagai hal, misalnya cuaca dan kemungkinan dapat melihat bintang di langit.

Bagaimana caranya? Tentu saja dengan melihat bentuk dan jenis awan tersebut. setiap jenis awan memiliki karakteristik sendiri. Mau tahu? Berikut jenis-jenis awan yang wajib kamu ketahui.

Awan Cirrus, Cirrocumulus, dan Cirrostratus dikelompokkan ke dalam awan tinggi, karena tingginya mencapai 6-12 km.

1. Cirrus

l 23

Cirrus tampak mengkilat karena mengandung banyak kristal es. Teksturnya juga kelihatan sangat halus, seperti bulu-bulu sutera. Pada siang hari, Cirrus terlihat berwarna putih dengan lapisan tipis mengkilat.

Sedangkan pada sore atau pagi hari—saat matahari terbit dan tenggelam—Cirrus lebih sering berwarna kuning atau merah karena efek sinar matahari.

2. Cirrocumulus

l 24

Awan Cirrocumulus sangat identik dengan bentuk gumpalan-gumpalannya dan tersusun seperti barisan yang rapi. Awan ini mengandung banyak butiran-butiran es yang sangat dingin. Ia sering bergabung dengan awan lainnya seperti Cirrus atau Cirrostratus.

3. Cirrostratus

l 25

Awan Cirrostratus tampak seperti tirai kelambu halus berwarna putih tembus cahaya. Susunannya terlihat berserat. Dan jika terkena cahaya matahari, awan ini bisa menimbulkan bayangan di tanah.

Selanjutnya, awan altocumullus dan altostratus yang dikelompokkan dalam awan rendah dengan ketinggian sekitar 2-6 km.

4. Altocumullus

l 26

Awan Altocumullus terlihat seperti gumpalan kapas pipih berwarna putih atau kelabu. Ia tersusun dari tetesan air, namun pada suhu yang cukup rendah, ia bisa membentuk kristal es.

5. Altostratus

l 27

Awan ini tampak lembaran halus yang berlapis-lapis dengan warna abu-abu gelap. Ia bisa menimbulkan hujan gerimis maupun sedang. Dan biasanya terbentuk ketika sore hari kemudian diikuti hujan pada malam harinya.

Kelompok ketiga dihuni oleh awan Stratocumullus, Nimbostratus, dan Stratus. Kelompok ini merupakan awan rendah dengan ketinggian 0,8-2 km.

6. Stratocumullus

l 28

Stratocumullus berbentuk gumpalan berwarna abu-abu dan tersusun atas tetes air. Ia bisa menyebabkan hujan dengan intensitas kecil.

7. Stratus

l 29

Awan Stratus tampak berlapis-lapis layaknya kabut tipis. Awan ini akan menjadi kabut jika berhasil menyentuh permukaan bumi.

8. Nimbostratus

l 30

Nimbrostratus merupakan awan tanpa bentuk, sebab memang begitu, kerap kali ia muncul dengan bentuk ‘amoeba’. Awan ini berwarna abu-abu gelap sehingga cahaya matahari tidak bisa menembusnya, dan terlihat banyak mengandung air.

Saat cuaca buruk, lapisan awan Nimbostratus bisa bergabung dengan lapisan awan lain yang berada di bawahnya.

Jenis awan berikutnya adalah awan dengan pergerakan tegak atau vertikal dan ketinggiannya kurang dari 2 km yaitu awan Cumullus dan Cumulonimbus

9. Cumullus

l 31

Cumullus tampak berbentuk seperti gumpalan-gumpalan asap yang pekat. Ia terlihat seperti bunga kol dengan warna putih cemerlang karena pengaruh cahaya matahari. Awan ini biasanya akan muncul pada pagi hari kemudian menghilang sebelum malam tiba.

10. Cumulonimbus

l 32

Baca Artikel Lainnya :

Bentuk awan ini menyerupai menara atau gunung. Cumulonimbus mengandung tetes air dengan intensitas yang cukup tinggi sehingga siap-siap saja kalau sudah melihat awan ini. Sebab, Anda bisa memperkirakan bahwa hujan yang cukup deras akan segera turun.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *