Beberapa Metode Perbanyakan Secara In Vitro

Beberapa Metode Perbanyakan Secara In Vitro – Menurut Ensiklopedi Bahasa Indonesia, Wikipedia, In vitro berasal dari bahasa Latin yang berarti “di dalam kaca”.

Kata tersebut merupakan istilah yang digunakan dalam ilmu biologi untuk menunjukkan kultur suatu sel, jaringan, atau bagian organ tertentu di dalam laboratorium.

Untitled1

Istilah tersebut juga digunakan karena sebagian besar kultur artifisial ini dilakukan dengan alat-alat laboratorium yang terbuat dari kaca, seperti cawan petri, labu Erlenmeyer, tabung kultur, botol, dan sejenisnya.

Kultur jaringan dan berbagai jenisnya yang lain biasa disebut dengan pembiakan in vitro. Kultur jaringan sendiri  merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman yang dilakukan secara vegetatif.

Kultur jaringan dikenal pula sebagai teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tertentu yang terdapat pada tanaman, seperti daun, tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tertentu dalam media buatan secara aseptik dalam wadah tertutup dan tembus cahaya, dengan begitu maka tanaman dapat berkembang dan tumbuh menjadi tanaman sempurna.

Bibit yang dihasilkan dari proses in vitro memiliki beberapa kelebihan, diantaranya seperti mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat dikembangkan dalam jumlah yang banyak sehingga  tidak memerlukan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar secara cepat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, dan kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan budidaya secara konvensional.

Prinsip dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan memanfaatkan bagian vegetatif yang ditanaman pada media percobaan dan dilakukan di tempat steril.

Metode in vitro dikembangkan untuk menggandakan tanaman, khususnya untuk tanaman yang tidak mudah untuk dikembangbiakkan secara generatif.

Teknik kultur jaringan suatu sel atau irisan jaringan tanaman yang disebut juga sebagai eksplan secara aseptic (in vitro) diletakkan dan dipelihara dalam media tanam berbentuk padat maupun cair yang cocok dan dalam keadaan steril, dengan begitu sebaian sel pada permukaan irisan tersebut akan membentuk kalus.

Baca Artikel Lainnya :

Dengan teknik kultur jaringan ini hanya dari satu irisan berukuran kecil yang didapat melalui suatu jaringan tanaman bisa didapatkan kalus yang dapat menjadi planlet dalam jumlah yang banyak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *