Beberapa Teknik Pemupukan Kelapa Sawit

Beberapa Teknik Pemupukan Kelapa Sawit – Kelapa sawit yang memiliki nama ilmiah Elaes guineensis Jacq merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat menghasilkan minyak nabati. Di Indonesia, perkebunan kelapa sawit dipelopori oleh seseorang berkebangsaan Belgia yang bernama Adrien Hallet yang pernah menanam pohon tersebut di Afrika. Tumbuhan ini dapat hidup dengan baik di lingkungan yang memiliki curah hujan berkisar 2.000-4.000 mm/tahun dan memiliki pH tanah sekitar 4.0-6.0.

1

Agar didapatkan hasil yang optimal, salah satu yang harus diperhatikan adalah masalah pemupukan. Dalam pemupukan kelapa sawit, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan yang diantaranya yaitu:

  • Sebelum melakukan pemupukan sebaiknya membersihkan terlebih dahulu piringan dari alang-alang, rumput dan kotoran lainnya.
  • Pupuk ditabur dengan merata dimulai dari 0.5 m dari pohon hingga ke pinggir piringan pada areal yang dara.
  • Pada areal berteras, pupuk disebarkan pada piringan dengan takaran 2/3 dari dosis untuk diberikan di bagian dalam teras yang berada di dekat dinding bukut dan 1/3 dosis diberikan di bagian luar teras.

Cara pemupukan untuk tanaman kelapa sawit yang dapat dilakukan diantaranya yaitu:

  • Melakukan penyebaran secara merata di lingkar luar dan lingkar batang dalam pada batang kelapa sawit.
  • Menempatkan pupuk pada piringan kelapa sawit.
  • Pupuk ditempatkan di larikan yang mengelilingi pokok dan dibenamkan ke dalam larikan yang kemudian ditimbun lagi dalam tanah.
  • Melakukan pemupukan dengan menyemprotkannya ke daun.
  • Melakukan pemupukan dengan menggunakan infus akar.

Jenis pupuk anorganik yang dapat digunakan untuk pemupukan kelapa sawit yaitu:

  • Pupuk tunggal yang mengandung 1 unsur hara utama yang mudah untuk diberikan dan tidak terlalu mahal namun dalam pembiayaan kerja, pupuk ini termasuk mahal.
  • Pupuk campur yang berasal dari campuran dari beberapa pupuk tunggal dan sulit untuk diterapkan bagi tanaman yang menghasilkan dan diberikan satu kali atau sekali aplikasi.
  • Pupuk majemuk yang memiliki 1 formulasi dengan beberapa hara utama, mudah disimpan, sekali aplikasi dan biaya aplikasi atau kerja yang murah.
  • Pupuk majemuk khusus yang dibuat secara khusus misalnya dalam bentuk pelet atau tablet.

Waktu pemupukan dilakukan saat musim hujan karena tanah akan menjadi lembab namun tidak tergenang air. Jumlah dosis yang diberikan dan jenisnya, disesuaikan dengan jenis tanah, umur tanaman dan waktu pemberiannya. Kombinasi dari urea-kieserit lebih baik jika dibandingkan dengan kombinasi urea-dolomit karena urea-dolomit tidak mengandung unsur belerang yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pupuk yang cepat larut cocok digunakan untuk tanaman yang dewasa karena akarnya lebih cepat dalam menyerap unsur hara dan lebih lebat. Untuk tanaman yang belum menghasilkan dan berumur 0-3 tahun, dosis per pohon misalnya urea 0,04-0,6 diberikan sebanyak 2x aplikasi, KCl 0,2-0,5 masing-masing 2x aplikasi, borax 0,02-0,05 diberikan untuk 2x aplikasi, SP-36 0,25-0,30 diberikan untuk 1x aplikasi.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

3 thoughts on “Beberapa Teknik Pemupukan Kelapa Sawit

  1. gadenmatrial

    Salam Kenal, Bisakah ini dipraktekkan untuk jenis tanaman hias palm, mengingat ini masih satu spesies , Kami tunggu komentar balik di blog kami, Trimakasih

    Reply
    1. Mas Joko Post author

      Setiap jenis tanaman mestipun masih satu famili kbutuhan unsur hama berbeda satu dengan yang lainnya..

      Reply
  2. hassan rambey

    Menurut saya, pola pemupukan untuk kebun sawit yang bagus adalah diberi Kapur Dolomite yg mengandung Mgo 18 – 24 ditabur secara merata baik dalam piringan dan beberapa bahagian di gawangan khususnya untuk daerah struktur tanahnya gambut. karena tingkat keasaman tanahnya tinggi. Kegunaan utama Dolomite ini adalah untuk memperbaiki hara & humus tanah, sebelum dilakukan pemupukan dengan pupuk Tunggal yaitu Urea, Phosfat (RP atau SP36) dan KCl.
    Lebih kurang 1.5 bulan sejak penebaran Dolomite, baru dilakukan penaburan pupuk Urea disesuaikan takarannya dengan tahun tanam, contoh umur 7 – 9 tahun = min. 1 Kg per batang dgn cara tabur lari dibawah tajuk pohon sawit.
    10 hari setelah pupuk Urea, baru dimasukkan Pupuk Phosfat dan setelah 2 minggu kemudian baru di pupuk dgn KCl.
    Demikian kira-kira pendapat dan yang telah kami perlakukan ke kebun kami.
    Wassalam,
    Hassan Rambey

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *