Beternak Lebah Madu dengan Menggunakan Metode Modern (Stup)

Beternak Lebah Madu dengan Menggunakan Metode Modern (Stup) – Peti lebah madu atau stup sangat diperlukan dalam usaha pemeliharaan lebah madu. Pemeliharaan lebah madu dalam stup akan mempermudah pengelolaan dan pemanenannya, tanpa merusak koloni lebah madu. Stup dapat dibuat tunggal atau bertingkat yang ditumpuk satu sama lain.

Untitled

Bila stup dibuat bertingkat, maka stup paling bawah berfungsi sebagai tempat ratu dan pertumbuhan serta perkembangbiakan koloninya. Sedangkan stup yang diatasnya berfungsi sebagai tempat memproduksi madu (Febriani, 2009). Keuntungan berternak lebah madu dengan menggunakan stup antara lain praktis dipakai, perawatan lebahnya mudah, pengambilan hasil gampang, produksi madu yang diperoleh berlipat ganda serta gangguan hama dan penyakit lebih jarang (Sarwono, 2001).

Bagian-bagian pada stup menurut Febriani 2009 terdiri dari:

  • Bagian dasar (alas) kotak, yang berfungsi sebagai pintu keluar masuk lebah.
  • Bagian sarang penelur, yang berfungsi untuk memperbanyak jumlah koloni.
  • Penyekat ratu, berperan untuk mencegah lebah ratu berkeliaran ke kotak pembuatan royal jelly pada kotak super.
  • Kotak sarang madu, berfungsi khusus untuk pembuatan royal jelly.
  • Penyekat kassa, diletakkan di bawah penutup stup fungsinya untuk memudahkan pengontrolan.
  • Penutup stup yang dilapisi seng, fungsinya agar stup tidak basah ketika terkena air hujan.
  • Feeder frame adalah tempat meletakkan larutan gula pada musim paceklik. Terbuat dari triplek dengan ketebalan 3 mm bagian bawah,samping kanan kiri semuanya tertutup rapat. Bentuk feeder frame serupa dengan sisiran sarang.
  • Frame, terdiri dari frame penelur, frame royal jelly, frame perbanyakan lebah ratu, frame menyimpan madu.
  • Alat perangkap tepung sari (pollen craft), diletakkan dipintu masuk agar serbuk sari yang dibawa oleh lebah madu tersangkut dan ditampung.

Stup hendaknya mengarah timur, agar dapat menerima sinar matahari untuk kesehatan rumah tangga lebah dalam stup. Tetapi terlalu banyak kena panas menyebabkan lebah madu mabuk dan merasa tidak bahagia hidup dalam sarang. Bila sarang kepanasan pekerjaan akan terhenti, semua penduduk sarang mencari perlindungan ditempat yang sejuk seperti di bawah stup dan bergerombol. Pada suhu yang tinggi sel akan meleleh menetas keuar stup, sisiran hancur berantakan. Oleh karena itu stup perlu sinar matahari pagi, tetapi terlindung dari terik matahari. Hawa sejuk dan nyaman ideal untuk penempatan stup (Sumapratowo dan Suprapto, 1987).

Sesuai dengan kondisi iklim, penempatan stup bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, dilakukan searah dengan lubang masuk lebah. Stup yang seperti ini disebut “rumah dingin” (angin masuk ke dalam secara leluasa). Kedua dilakukan secara bersilang 900 dengan arah lubang masuk lebah. Stup yang ditempatkan seperti ini disebut “rumah panas” (angin yang masuk tertahan oleh frame paling depan). Lebah menyukai hawa panas, tipe “rumah panas” sangat cocok digunakan. Namun kebanyakan peternak lebah menggunakan tipe “rumah dingin” karena bentuk dan ukuran stup memungkinkan lebah membuat iklim mikro tersendiri sesuai dengan yang dikehendaki oleh lebah (Sarwono, 2001).

Menurut Febriani (2009) menyatakan bahwa lokasi penempatan stup sedapat mungkin dijaga kebersihannya dan sering diamati untuk mencegah gangguan baik dari serangga, burung, tikus maupun hama yang lain. Pada saat pakan lebah mengalami masa paceklik, maka peternak harus melakukan usaha diantaranya:

  • Memindahkan stup atau menggembala lebah (biasanya jenis lebah unggul) ke tempat lain yang kaya akan pakan.
  • Memberi makanan buatan dari campuran gula dan air dengan perbandingan 1 : 1 atau 1 : 2 dan dimasukkan ke dalam stup.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

One thought on “Beternak Lebah Madu dengan Menggunakan Metode Modern (Stup)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *