Biografi Abdul Moeis, Penulis Indonesia

abdul1Biografi Abdoel Moeis, Penulis Indonesia – Abdoel Moeis lahir pada tahun 1886 di sungai puar, Sumatera barat. Keluarga Abdoel Moeis merupakan keluarga pemimpin di Minangkabau.

Abdoel Moeis merupakan penulis, jurnalis dan nasionalis Indonesia. Abdoel Moeis tanpa lelah berdebat untuk kemerdekaan Indonesia dari jajahan Belanda.

Abdoel Moeis mendapatkan pendidikan barat dan belajar kesehatan di Jakarta selama tiga tahun sebelum dipaksa untuk menarik diri karena masalah kesehatan. Abdoel Moeis pertama menemukan pekerjaan dalam pelayanan sipil sebelum ganti menjadi jurnalis dan terlibat dalam publikasi nasionalis seperti Kaoem Moeda, sebuah paper yang juga didirikannya di tahun 1912.

Abdoel Moeis menjadi dikenal karena artikel-artikel yang berkobar, dimana artikel-artikel tersebut mengkritik keterlibatan Belanda di Indonesia. Sebagai contoh, essai – essai yang dipublikasikan dalam De Express, sebuah surat kabar berbahasa Belanda, yang secara besar-besaran mengkritik sikap yang dilakukan Belanda terhadap orang-orang Indonesia.

Selama perang dunia yang pertama, Abdoel Moeis telah aktif di dalam pergerakan untuk atonomi yang lebih besar untuk tanah air Indonesia dan merupakan anggota dari sebuah delegasi Comite Indie Weerbaar (merupakan komite untuk pertahanan tanah air).

Pada saat yang sama, Abdoel Moeis bergabung dengan Sarekat Islam. Abdoel Moeis menjadi seorang anggota yang aktif dalam organisasi tersebut dan dengan cepat mempromosikan melalui peringkatnya, Abdoel Moeis menjadi perwakilan untuk negosiasi dengan Belanda bertujuan mendapatkan perwakilan langsung untuk Indonesia di system parlemen Belanda.

Pada tahun 1920 Abdoel Moeis menjadi anggota Volksraad dan kemudian berkembang menjadi majelis semi legislative. Di antara anggota badan ini berada tokoh-tokoh pemimpin yang terkenal seperti Tjokroaminoto, Dr. Sam Ratulangi, Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, MH Thamrin, Sutardjo Kartohadikusumo, Wiwoho, Soekardjo Wiryopranoto dan Dr. Radjiman.

Abdoel Moeis terhalang ke dalam masalah dengna administrasi Belanda beberapa kali. Abdoel Moeis ditangkap pada tahun 1919 diikuti pembunuhan Controleur Belanda di Sulawesi Utara setelah Abdoel Moeis menyelesaikan perjalan disana.

Tidak lama setelahnya di tahun 1922, Abdoel Moeis memimpin sebuah protes pemogokan di Yogyakarta dan konsekuensi dari perbuatannya Abdoel Moeis ditangkap dan ditahan di kota Garut, Jawa Barat selama periode tiga tahun.

Dari akhir tahun 1920an Abdoel Moeis berganti focus dari politik menjadi menulis kreatif dan di tahun 1927 Abdoel Moeis berinisiatif berhubungan dengan rumah penerbitan Balai Pustaka. Novel pertamanya Salah Asuhan dipublikasi di tahun 1928, Abdoel Moeis melukiskan permasalahan diskriminasi ras dan social di dalam cerita tragis Hanafi dan Corrie.

Novel tersebut telah digambarkan sebagai satu dari karyanya yang paling dikenal diantara karya-karya yang paling terkenal dari fiksi modern Indonesia. Novel tersebut merupakan satu dari beberapa karya klasik Indonesia yang dimasukkan dalam seri Indonesia Cultural Heritage yang dipublikasikan oleh Balai Pustaka di tahun 2009 dan di tahun 2010 sebuah terjemahan Inggris, Never the Twain juga dipublikasikan oleh Lontar Foundation sebagai bagian dari serangkaian yayasan Indonesia modrn.

Abdoel Moeis juga mempublikasikan tiga novel utama diantaranya Pertemuan Jodoh yang dipublikasikan di tahun 1932 dan empat novel dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Abdoel Moeis menghabiskan sisa hidupnya di Bandung dan terlibat dalam pendirian Institut Teknologi Bandung. Setelah kemerdekaan Abdoel Moeis mendirikan Persatuan Perjuangan Priangan, dimana organisasi ini focus pada pemgembangan Jawa Barat dan budaya Sunda.

Abdoel Moeis meninggal pada tanggal 17 Juli 1959 di Bandung. Presiden Sukarno menyebut Abdoel Moeis sebagai seorang pahlawan nasional karena dedikasinya sebgai seorang nasionalis.

Baca juga : Biografi Tokoh Islam dan Penulis Buya Hamka

Loading...

One thought on “Biografi Abdul Moeis, Penulis Indonesia

  1. Pingback: Biografi H.O.S. Tjokroaminoto, Seorang Nasionalis Indonesia | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *