Biografi Legenda Tinju Muhammad Ali

m aliBiografi Legenda Tinju Muhammad Ali – Saat lahir memiliki nama Cassius Marcellus Clay, Jr. Muhammad Ali lahir pada tanggal 17 Januari 1942.

Muhammad Ali merupakan mantan petinju professional Amerika, dapat dibilang Muhammad Ali merupakan yang terbaik di sesame petinju kelas berat di dalam sejarah olah raga ini.

Seorang tokoh kontroversi dan dipertentangkan selama awal karirnya, Muhammad Ali sangat dihormati karena kemampuan yang ditunjukkannya di ring ditambah dengan nilai yang dia contohkan di luar : kebebasan beragama, keadilan ras dan lain-lain. Muhammad Ali merupakan satu dari tikoh olah raga yang paling dihargai dalam 100 tahun ke belakang, dijuluki atlet abad ini oleh Sports Illustrated dan sports personality of the century oleh BBC.

Muhammad Ali memulai pelatihannya pada umur 12 tahun dan saat berumur 22 tahun memenangkan kejuaraan dunia kelas berat di tahun 1964 dari Sony Liston. Tak lama setelah itu, Muhammad Ali bergabung dengan Negara islam dan mengubah namanya. Muhammad Ali masuk islam sunni di tahun 1975.

Muhammad Ali telah menikah sebanyak empat kali dan dari pernikahan-pernikahan tersebut mendapatkan tujuh anak perempuan dan dua anak lelaki. anak perempuannya Laila kemudian menjadi seorang petinju pada tahun 1999.

Pada tahun 1967, tiga tahun setelah memenangkan kelas berat, Muhammad Ali menolak wajib militer ke milter Amerika, menurut kepercayaan agamanya dan bertolak belakang dengan keterlibatan Amerika di perang Vietnam.

Muhammad Ali akhirnya ditangkap dan diketahui bersalah atas pengelakannya dan melepaskan gelar tinjunya. Muhammad Ali tidak melakukan perlawanan lagi untuk shampir empat tahun sehingga kehilangan waktu puncak pertunjukannya dalam karir petinjunya. Permohonan Muhammad Ali ke US Supreme Court, dimana tahun 1971 pendiriannya dijatuhkan. Aksi Muhammad Ali sebagai seorang yang berhati hati untuk perlawanannya yang membuatnya menjadi ikon generasi pelawan budaya.

Julukannya The Greatest, Muhammad Ali masuk ke dalam bebrapa sejarah pertandingan tinju. Terkemuka di antara lawan pertandingan, tiga dengna lawannya Jeo Frazier dan satu dengan George Foreman dimana Muhammad Ali mendapatkan julukan yang dilepas darinya selama tujuh tahun belakangan.

Muhammad Ali mengontrol banyak press conferences dan wawancara, Muhammad Ali becas berbicara tentang isu yang tidak berkaitan dengan tinju. Muhammad Ali merubah peranan dan pandangan atlet olah raga keturunan afrika-amerika di Amerika dengan kebanggaan ras yang dimiliki dan keinginannya untuk melawan perbedaan yang dibuat kulit putih. Menurut penulis Joyce Carol Oates, Muhammad Ali merupakan satu dari sedikit atlet di olah raga yang mendefinisikan reputasi publiknya.

Muhammad Ali didiagnosa menderita sindrom Parkinson di tahun 1984. Sindrom Parkinson merupakan sebuah penyakit yang yang umumnya terjadi pada kepala akibat trauma dari kegiatan seperti olah raga tinju. Muhammad Ali masih tetap aktif meskipun menderita penyakit tersebut pada waktu itu, bagaimanapun, kemudian partisipasinya sebagai wasit tamu di pelantikan acara WrestleMania.

Muhammad Ali menerbitkan sebuah sejarah, Muhammad Ali ; His Life and Times oleh Thomas Hauser ditahun 1991. Di tahun yang sama Muhammad Ali pergi ke Irak bertemu dengan Saddam Hussein untuk bernegosiasi dalam pembebasan tahanan Amerika. Pada tahun 1996, Muhammad Ali diminta untuk menyalakan obor pada summer Olympics tahun 1996 di Atlanta Georgia.

Pada tanggal 27 Juli 2012, Muhammad Ali juga mendapatkan kesempatan sebagai pembawa bendera Olympic selama upacara pembukaan di Summer Olympics tahun 2012. Banyak rumor yang beredar mengenai Muhammad Ali sejak tahun 2012.

Muhammad Ali dirumorkan meninggal namun, anak perempuan Muhammad Ali, May May Ali pada tanggal 3 Februari 2013 mengatakan bahwa ayahnya masih bisa bicara dengannya di telpon. Dan baik-baik saja. Pada tanggal 20 Desember 2014, Muhammad Ali dirawat di RS karena radang paru-paru. Kemudian pada tanggal 15 Januari 2015 Muhammad Ali kembali dirawat di RS karena infeksi saluran kencing.

Di tahun 2015, Muhammad Ali merilis kenangannya The Greatest: My Own Story, yang berisi catatan pertandingan yang pernah ia hadapi di dalam dan diluar ring. Ini di edit oleh novelis pemenang Nobel Prize Toni Morrison.

Baca juga : Taufik Hidayat, Pemain Bulu Tangkis Indonesia

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *