Biografi Pencipta dan Penulis Lagu Harry Roesli

hari rusliBiografi Pencipta dan Penulis Lagu Harry Roesli – Memiliki nama lahir Djauhar Zaharsjah Fachruddin Roesli lahir pada tanggal 10 September 1951 di Bandung, Jawa Barat dan lebih dikenal dengan nama Harry Roesli. Hari Roesli merupakan seorang penyanyi dan penulis lagu.

Hari Roesli merupakan termuda dari empat bersaudara anak mayor jenderal Roeshan Roesli. Hari Roesli merupakan cucu dari Marah Roesli yang merupakan penulis Indonesia yang terkenal dari Minangkabau yang menulis Siti Nurbaya. Hari Roesli menikahi Kania Perdani Handiman dan memiliki anak perempuan kembar, Layala Khrisna Patria dan Lahami Khrisna Parana.

Pada tahun 1970, Hari Roesli mendaftar pada program teknik penerbangan di Institut Teknologi Bandung. Hari Roesli juga belajar music di bawah ajaran Renny Sylado dan Slamet Abdul Syukur. Pada awal 1970an, Hari Roesli membentuk gang Hari Roesli. Permainan pertama mereka adalah rock dan blues, kemudian mereka menggantinya dengan gaya akustik dan membuat sebuah album protes yang diinspirasi oleh Bob Dylan.

Hari Roesli mengeluarkan album debut solonya, Philosophy Gang di tahun 1973. Meskipun keinginan pertamanya tertarik untuk menjadi seorang penulis seperti kakek nya dan menulis banyak puisi, tetapi karyanya tidak pernah diterbitkan.setelah albumnya dengan grup Gang Harry Roesli, beliau pergi ke Jakarta Art Educational Institute kemudian kuliah dengan beasiswa pada Rotterdam Conservatory di Belanda selama dua tahun dan Hari Roesli lulus pada tahun 1981.

Pada tahun 1982, Hari Roesli memulai kolaborasi dengan Putu Wijaya, keduanya kadang –kadang pergi ke luar negeri untuk pertujukkan. Hari Roesli juga berkolaborasi dengan Teater Koma milik Nano Riantiarno dan beberapa teater internasional. Hari Roesli juga mengambil posisi sebagai seorang professor music di pendidikan Universitas Indonesia dan universitas Pasundan yang keduanya berada di Bandung.

Hari Roesli diketahui karena simpatinya dengan musisi jalanan, yang mana mengubah rumahnya di daerah komersial di Bandung menjadi Harry Roesli Music Education Institute, institu inimenyediakan pelatihan kepada anak-anak jalanan secara gratis. Harry Roeslijuga menyumbangkan halaman depan rumahnya sebagai tempat untuk penjual kaki lima untuk menjual barang-barangnya.

Pada tahun 2003, Harry Roesli keliling Indonesia dengan musisi jalanan. Perjalanan ini disebut Ziarah Seni, yang diartikan untuk menyanggah bahwa music Harry Roesli eksklusif. Sebagai respon terhadap pengakuan keeksklusifan, Harry Roesli mengatakan kepada Jakarta Post bahwa music adalah untuk didengar, bukan untuk dimengerti. Sepanjang hidupnya hingga Harry Roesli meninggal tanggal 11 December 2004, Harry Roesli telah menolong lebih dari 36000 anak-anak jalanan.

Pada tanggal 3 Oktober 2004, Harry Roesli dibawa ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta setelah menderita serangan jantung. Seminggu kemudian Harry Roesli menghembuskan nafas terakhir di tumah sakit tersebut. Pada tahun 2009, Rolling Stone Indonesia memilih lagu Harry Roesli yang berjudul Malaria dari album solo pertamanya sebagai lagu Indonesia terbaik sepanjang masa pada urutan ke 44.

Baca juga : Seniman Musik dan Pahlawan Nasional Ismail Marzuki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *