Biografi Seniman Lukis Indonesia, Affandi

Biografi Seniman Lukis Indonesia, Affandi – Affandi lahir di Cirebon, Jawa Barat pada tahun 1907. Affandi merupakan seorang seniman Indonesia. Affandi merupakan anak dari R. Koesoema yang merupakan seorang surveyor di sebuah pabrik gula local.affandi

Affandi menyelesaikan sekolah menengahnya di Jakarta. Affandi tidak melanjutkan pendidikannya untuk mengejar hasratnya untuk menjadi seorang seniman. Di awal tahun 1934, Affandi memulai belajar sendiri bagaimana caranya melukis. Affandi menikahi Maryati, sesama seniman.

Dan saat ini, salah satu dari anaknya bernama Kartika juga menjadi seorang seniman lukis. Sesungguhnya sejak awal ayah Affandi menginginkan Affandi untuk menjadi seorang dokter namun karena Affandi sangat tertarik dalam menggambar makanya dia tidak melanjutkan pendidikannya.

Pada tahun 1950an, Affandi mulai membuat lukisan-lukisan ekspresionis. Karyanya Carrying the First Grandchild pada tahun 1953 tercatat gaya baru yang ditemukannya dan diketahu sebagai ‘squeezing the cube’. Affandi melukis dengan penekanan lukisan keluar dari pipanya.

Affandi menemukan teknik baru ini secara tidak disengaja ketika Affandi bermaksud untuk menggambar sebuah garis suatu hari. Saat Affandi kehilangan kesabaran ketika Affandi mencari sebuah pensil yang hilang, Affandi mengoleskan lukisanlangsung dari pipa catnya.

Pengaruh dari hasil pengecatan yang dia lakukan ternyata objek lukisannya lebih terlihat hidup. Affandi juga merasa lebih bebas untuk mengekspresikan perasaannya ketika Affandi menggunakan kedua tangannya dari pada menggunakan kuas lukis. Dalam kehormatan, Affandi dikenal memiliki kesamaan dengan Vincent van Gogh.

Seperti kebanyakan Indonesia yang semasa, Affandi tumbuh tanpa pengaruh seni modern. Ini tidak sampai akhir 1930an dimana pameran besar seniman barat pertama dari Gauguin ke Kandinsky dan Picasso diadakan di Batavia (Jakarta). Affandi terpana khususnya oleh wayang jawa atau permainan bayangan.

Affandi mengikuti keluarganya ke Bandung dan kemudian ke Batavia mengasah kemampuannya dalam melukis dan juga melukis dengan minyak. Semakin lama Affandi mulai melukis dengan serius, di tahun 1940, Affandi memiliki beberapa waktu sebagai penulis rumahan, pengumpul tiket film dan seniman jalanan.

Kemudian Affandi mengikuti pameran dan sangat mengejutkan baginya ternyata lukisannya terjual. Dengan izin istrinya, Affandi memutuskan untuk menyediakan 10 hari pertama dalam setiap bulan untuk berjualan dan sisanya 20 hari untuk seninya. Affandi belajar melukis sendiri dengan melihat majalah seni dari London.

Beberapa tahun yang paling kreatif bagi Affandi dihabiskan di India dimana Affandi berkeliling dan melukis dari tahun 1949 sampai 1951. Dari India Affandi pergi ke Eropa, menunjukkan lukisan-lukisannya di ibu kota seperti Paris, London, Brussels dan Roma. Affandi telah mengunjungi Amerika Serikat dan mengajar di Ohio State University dan melukis sebuah lukisan dinding di barat daya Hawaii. Affandi berpartisipasi dalam berbagai pameran lukisan di luar negeri.

Selain di India, Affandi juga menampilkan lukisannya di Brazil tahun 1952 dan Venice tahun 1954, memenangkan penghargaan disana. Pada tahun 1957, Affandi menerima sebuah beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar pendidikan seni. Affandi diangkat sebagai professor kehormatan dalam bidang lukis oleh Ohio State di Columbus.

Pada tahun 1974, Affandi menerima gelar doctor kehormatan dari University of Singapore, Peace Award dari Dag Hammarskjoeld Foundation tahun 1977 dan gelar grand maestro di Florence, Italia. Di Yogyakarta, Affandi membuat sebuah museum untuk menampilkan lukisan-lukisannya, di dalam museum ini terdapat sekitar 250 lukisan Affandi. Affandi meninggal pada tanggal 23 Mei 1990 dikarenakan sakit, Affandi dimakamkan di sekitar kompleks museum.

Baca juga : Mengenang Seniman Betawi Benyamin S

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *