Biografi Yusril Ihza Mahendra

Biografi Yusril Ihza Mahendra – Yusril Ihza Mahendra dilahirkan di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 5 Februari 1956. Yusril Ihza Mahendra merupakan tokoh politik di Indonesia. Yusril Ihza Mahendra juga merupakan mantan ketua Partai Bulan Bintang.

Yusril Ihza Mahendra lahir dari pasangan Idris Haji Zainal dan Ibu Norsiha di Manggar Bangka Belitung. Yusril Ihza Mahendra dapat mengikuti jejak leluhurnya dari Johor Malaysia, dimana garis keturunan buyutnya Haji Thaib merupakan anggkota dari kerajaan Johor. Garis keturunannya berpindah dan menetap di Belitung dari Johor di abad ke 19. Ketika ibunya yang merupakan keturunan ketiga suku Minangkabau dari Sumatera barat di Belitung.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan pendidikan menengahnya, Yusril Ihza Mahendra pergi menuju Jakarta pada tahun 1976 untuk masuk Universitas Indonesia (UI). Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Yusril Ihza Mahendra harus menginap di beberapa masjid di Kota. Tidak hanya itu saja, Yusril Ihza Mahendra juga harus mngerjakan pekerjaan paruh waktu untuk membayar biaya studinya. Yusril Ihza Mahendra mengambil beberapa pekerjaan, menjadi seorang tutor untuk anak-anak dari iklan surat kabar, mengajarkan seni bela diri dan menjual ikan dan kelapa muda.

Melalui masa ini, Yusril Ihza Mahendra menjadi dekat dengan dosennya, Profesor Osman Raliby. Dan kemudian Osman Raliby mengenalkan Yusril Ihza Mahendra dengan pahlawan politiknya Mohammad Natsir. Mohammad Natsir adalah seorang politisi Islam, mantan menteri Indonesia dan ketua dari partai Masyumi, sebuah partai orang muslim yang merupakan saingan dar Partai Komunis Indonesia di tahun 1950an. Yusril Ihza Mahendra juga memulai untuk melibatkan dirinya di dalam aktivitas organisasi. Pada tahun 1981, Yusril Ihza Mahendra menjadi wakil ketua dari Youth Mosque Communicarion Body. Sebuah posisi yang Yusril Ihza Mahendra duduki hingga tahun 1982.

Pada tahun 1982, Yusril Ihza Mahendra lulus dari program sarjana di jurusan filosofi dan melanjutkan pendidikan magister tahun berikutnya di jurusan pemerintahan. Setelah itu, Yusril Ihza Mahendra menjadi seorang dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan di Akademi Keterampilan Sosialisasi di Kementerian hokum.

Sambil mengerjakan pekerjaan tersebut, Yusril Ihza Mahendra mengambil pendidikan Doktoral. Yusril Ihza Mahendra kemudian pergi ke india untuk masuk Universitas Punjab. Pada tahun 1984, Yusril Ihza Mahendra lulus dengan gelar master Ilmu social dan kemanusiaan.

Ketika Yusril Ihza Mahendra kembali ke Indonesia, Yusril Ihza Mahendra menjadi seorang dosen di Universitas Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Di Universitas Indonesia, Yusril Ihza Mahendra masuk di fakultas hokum dan mengajar kelas pasca sarjana. Pada tahun 1993, Yusril Ihza Mahendra lulus dari University of Science dan menjadi seorang Doktor filosofi.

Di tahun 1996, Yusril Ihza Mahendra telah terlibat dibeberapa organisasi dan di tahun yang sama Yusril Ihza Mahendra diangkat presiden Suharto menjadi seorang penulis pidato. Yusril menulis sebanyak 204 pidato untuk Suharto. Mulai tahun 1998 Yusril Ihza Mahendra lebih aktif di dunia politik Indonesia hingga saat ini.

Baca juga : Kwik Kian Gie, Tokoh Ekonomi dan Politik Indonesia

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *