Budaya Kulineran di Belitung Sambil Bernostalgia Di Rumah Makan Tempo Dulu

Mungkin saat ini ada traveler atau para backpacker yang masih berada di Belitung usai melihat secara langsung gerhana matahari. Untuk mengisi waktu luang kalian, cobalah jalan – jalan di seputar kota Belitung untuk sekalian mencoba mengintip budaya kulineran dan nostalgia di rumah – rumah makan tempo dulu.

o 45

Tahu Pulau Belitung ? Dulu sebelum filma Laskar Pelangi mengalami box office di Indonesia dan Singapura, banyak orang yang kurang tahu tentang pulau Belitung, tetapi saat ini pulau Belitung mendadak menjadi salah satu pulau yang sangat terkenal di dunia sehingga arus wisatawan domestik dan luar negeri pun mengalir banyak ke sana.

Meskipun pulau ini hanya memiliki sebuah kota kecil, tetapi penerbangan dari Jakarta ke kota Tanjungpandan ada 4 kali penerbangan dalam sehari yang dilayani oleh maskapai Sriwijaya  Air ( tiga kali ) dan Batavia Air ( 1 kali ).

Jika anda memilih untuk naik pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta ke Tanjungpandan maka penerbangan dari Jakarta ke Tanjungpandan akan memakan waktu 1 jam dmana pesawat penuh dengan penumpang yang sebagian besar adalah para wisatawan dan pebisnis.

Jelas ini pertanda bahwa pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di pulau Belitung meningkat pesat sejak berkah dari film Laskar Pelangi yang mengambil lokasi shooting berlatar belakang keindahan pantai Belitung yang menjadi salah satu andalan keberhasilan tim film memilih lokasi.

Menyusuri jalan – jalan di kota Tanjungpandan dari bandara seperti menyusuri kampung -kampung kecil yang ada di Sumatera, suasana tidak begitu ramai karena penduduknya memang sedikit.

Lalu lintasnya lancar dengan sebagian besar orang – orang memakai kendaraan roda empat, dijamin anda akan merasa betah berlibur ke sini karena terasa sekali kotanya sangat tenteram. Pusat kota ditandai oleh tugu replika batu satam.

Batu satam ini menurut cerita penduduk setempat adalah jenis batu meteorit yang pernah jatuh di pulau Belitung pada masa silam. Warnanya hitam mengkilap dan bersifat magnetik.

Pada beberapa toko suvenir, ada yang menjual koleksi batu satam dalam berbagai kreasi benda seni yang dibandrol dengan harga 200 ribu rupiah untuk sebutir batu satam yang berukuran sebesar bola pingpong.

Sajian Nusantara Khas Orang Belitung

Soal makanan dan minuman di kota ini mengingatkan anda akan citarasa sajian Nusantara ala rumah makan China tempo dulu di Jakarta dan kota – kota besar lainnya :

1. Mencicipi semangkok sup ikan Gangan dan sepiring nasi putih.

Gangan merupakan hidangan sup dari ikan laut. Paduan rasa khas dari rempah kunyit, rasa asam, manis dan segar dari buah nanas dan pedasnya kuah kuning sup yang pans benar – benar pas di lidah para pecinta masakan seafood.

Selain ikan segar, kunci kelezatan dari semangkok sup ini adalah bumbu kuah terdiri dari rempah – rempah khas Nusantara yang jadi rahasianya, adalah kunyit, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, lengkuas, sereh, kemiri, terasi udang, gula merah, garam, penyedap rasa, dan asam.

Ikan yang paling populer digunakan adalah ikan Gangan diantaranya adalah ikan ketarap, ilak, dan baronang. Karena daging ikannya gurih dan tidak amis sehingga menjadi sajian yang cocok sebagai teman sepiring nasi panas untuk santap siang atau malam anda bersama dengan keluarga.

Restoran yang menyediakan menu Gangan di Belitung jumlahnya sangat banyak, tapi salah satu yang recommended adalah Rumah Makan Berage di jalan raya Sijuk no. 31 Simpang Kerjan Tanjung Pandan – Belitung.

2. Kopi khas orang Belitung sebagai teman santap makan besar.

Kopi Belitung terkenal kaya akan cita rasa dan aroma yang khas, tapi cukup keras. Di salah satu wilayah yaitu bernama Manggar, dikenal sejak dulu sebagai “ kota 1001 warung kopi ”.

Kopi yang disajikan di warung – warung kopi daerah itu adalah kopi tradisional yang dibuat dengan cara unik yaitu serbuk kopi (tanpa menggunakan mesin penggiling kopi) diseduh memakai air panas yang benar – benar mendidih yang dimasak di atas tungku tradisional dengan menggunakan arang.

Pilihan kopi pun jenisnya terbatas, ada kopi hitam dan kopi susu, kopi panas atau kopi dingin, dimana masing – masing dari kopi tersebut rasanya maknyus ! Jika anda ingin mencicipi kopi khas Belitung, mampirlah ke warung kopi tradisional bernama warung Ake yang berada di kawasan Kafe Senang, Tanjungpandan, Belitung.

Warung kopi ini adalah warung kopi tertua di kota Tanjungpandan, Belitung yaitu didirikan pada tahun 1922 oleh keluarga Abok. Semua peralatan untuk meracik kopi masih memakai peralatan asli yang telah digunakan sejak turun – temurun, seperti ketel dan tempat air lainnya berupa ceret kuno, dan gelas – gelas tempo dulu untuk wadah kopi.

Jika anda kebetulan berlibur ke pulau Belitung, beberapa rumah makan ini patut untuk anda kunjungi : warung kopi Anui, dan warung kopi Kupi Kuli, berlokasi di belakang Museum Kata Gantong milik keluarga Andea Hirata. Di warung ini selain anda bisa menikmati kopi hitam khas Belitung.

Baca Artikel Lainnya :

Menu istimewa lainnya khas orang Belitung yang bisa anda pesan adalah “ Telur Setengah Matang ” yang disajikan dengan taburan garam halus dan bubuk lada. Rasanya sederhana tapi enak disantap bersama dengan segelas kopi Belitung !

Demikian info dari kami, semoga berguna

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *