BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) – Bawang merah adalah komoditas sayuran yang banyak digunakan masyarakat sebagai bumbu masak dan juga sebagai obat tradisional. Klasifikasi tanaman bawang merah adalah kingdom : plantae, divisio : spermatophyta, subdivisio : angiospermae, class : monocotyledonae, ordo : liliaceae, family : liliales, genus : allium, species : Allium ascalonicum L.

Untitled

Morfologi tanaman bawang merah yaitu memiliki akar berbentuk serabut, daunnya seperti pipa, berlubang, bagian ujung daunnya meruncing, dan berwarna hijau muda dan hijau tua. Bunganya tergolong bunga majemuk.

Syarat tumbuh tanaman bawang merah yaitu dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi yaitu pada ketinggian 0-900 m dpl, curah hujannya yaitu 300 – 2500 mm per tahun dengan suhu 25 0C – 32 0C. pH tanahnya yaitu sekitar 5.5 – 7.

Teknis budidaya tanaman bawang merah adalah :

  1. Pemilihan bibit

Bibit bawang merah yang digunakan adalah bibit yang sehat, warnanya mengkilat, tidak keropos, serta kulitnya tidak luka. Bawang merah bisa diperbanyak dengan dua cara, yakni dengan menggunakan bahan tanam berupa biji dan umbi.

  1. Persiapan Lahan

Persiapan lahan yaitu dengan mengolah lahan dengan cara di bajak atau dicangkul dan membersihkan lahan dari gulma. Kemudian membuat bedengan untuk tempat penanaman bawang merah serta mencampur tanah dengan pupuk kandang sebagai pupuk dasar sekitar 15 ton/ha.

  1. Penanaman

Lahan yang telah diolah, kemudian dilakukan penanaman pada bawang merah dengan jarak tanam 15 x 15 cm atau 15 x 20 cm. Penanaman dilakukan dengan cara membenamkan umbi bibit bawang merah.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan pada bawang merah dilakukan dengan cara penyiraman, penyulaman, penyiangan, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.

  • Penyiraman dilakukan satu kali dalam sehari, agar kelmbaban tanahnya tetap terjaga. Sedangkan penyiangan dilakukan untuk membuang gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti tanaman bawang merah yang tumbuh abnormal atau mati dengan tanaman yang baru
  • Pemupukan dilakukan pada saat tanaman bawang merah berumur 14 hari dan 35 hari setelah tanam. Jenis pupuk yang diberikan yaitu Urea, ZA, KCl. Dosis pupuk yang diberikan pada saat bawang merah berumur 14 hari setelah tanam adalah Urea 90 kg/ha + ZA 200 kg/ha + KCl 100 kg/ha. Sedangkan Dosis pupuk yang diberikan pada saat bawang merah berumur 35 hari setelah tanam adalah Urea 50 kg/ha + ZA 100 kg/ha + KCl 55 kg/ha.
  • Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman bawang merah dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida, fungisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan serta dengan mencabut tanaman yang terserang penyakit. Hama penyakit yang sering menyerang bawang merah adalah ulat grayak (Spodoptera litura), bercak ungu (Alternaria porli), trips, ulat bawang, busuk umbi fusarium, busuk daun Stemphylium, virus busuk, dan putih sclerotum.
  1. Panen dan pasca panen

Bawang merah biasanya dipanen ketika berumur 70 – 80 hari. Pemanenan pada bawang merah dilakukan pada saat daun bawang merah sudah terlihat rebah dengan cara dicabut. Kemudian bawang merah diikat dan dijemur serta dibersihkan dari kotoran tanah dan siap untuk dipasarkan atau dikonsumsi.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *