Budidaya Buncis ( Phaseolus vulgaris L.)

Budidaya Buncis ( Phaseolus vulgaris L.) – Tanaman buncis adalah salah satu sumber protein nabati yang mudah dikembangkan dan murah. Tanaman buncis adalah salah satu sayuran yang banyak digunakan sebagai bahan pangan. Klasifikasi tanaman buncis adalah kingdom : plantae, divisi : spermatophyta, kelas : dicotyledonae, Ordo : Rosales, Famili : Leguminosae, genus : Phaseolus, Spesies : Phaseolus vulgaris L.

1

Syarat tumbuh tanaman buncis adalah buncis tumbuh baik pada ketinggian 1000 – 1500 m dpl, dengan curah hujan 1.500-2.500 mm/tahun. Sedangkan Suhunya adalah 20 0C – 25 0Cdan kelembaban udaranya adalah ± 55%. Sedangkan pH tanahnya adalah 5,5 – 6

Teknis budidaya tanaman buncis adalah :

  1. Penyiapan benih

Syarat benih buncis yang digunakan untuk bibit adalah mempunyai daya tumbuh yang tinggi, berproduksi tinggi, bentuknya utuh, bernas, sertabebas dari hama dan penyakit.

  1. Persiapan lahan

Persiapan lahan dapat dilakukan dengan cara membersihkan lahan dengan cara manual yaitu mencabut gulma atau rumput dengan tangan dan cangkul. Kemudian dibuat bedengan denganukuran panjang sekitar 5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 30 cm dengan jarak bedengan 40 – 50 cm.

  1. Penanaman

Penanaman pada tanaman buncis dilakukan dengan cara di tugal, kemudian benih dimasukkan ke dalam lubang tanam. Jarak tanam yang digunakan adalah 20 cm x 50 cm atau 20 cm x 40 cm, sedangkan kedalaman lubang tanamnya adalah sekitar 4 – 6 cm.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan yang dilakukan pada tanaman buncis adalah penyulaman, pengguludan, pemangkasan, pengajiran, penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman buncis yang mati atau yang tumbuh abnormal dengan tanaman baru, biasanya dilakukan seminggu setelah tanam.

Pengguludan untuk meninggikan guludan pada saat buncis berumur 20 – 40 hari. Sedangkan pemangkasan dilakukan hanya saat pembentukan sulur, biasanya ketika beumur 2 MST dan 5 MST.

Pengajiran dilakukan pada saat buncis berumur 20 hari. Penyiraman dilakukan setiap hari agar kelembaban tanahnya tetap terjaga.

Pemupukan dilakukan pada saat tanaman buncis berumur 2 MST dan 4 MST. Dosis pupuk yang digunakan pada saat tanaman buncis berumur 2 MST adalah pupuk urea sebanyak 62 kg/ha/musim tanam + KCl sebanyak 45 kg/ha/musim tanam. Sedangkan Dosis pupuk yang digunakan pada saat tanaman buncis berumur 4 MST adalah pupuk urea sebanyak 62 kg/ha/musim tanam + KCl sebanyak 45 kg/ha/musim tanam.

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan penggunaan insektisida, fungisida, rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang, serta memotong bagian tanaman yang terserang penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman buncis adalah kumbang daun, kutu daun, ulat jengkal semu, dan ulat penggulung daun. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman buncis adalah penyakit antraknosa, penyakit embun tepung, penyakit layu, penyakit bercak daun, penyakit hawar daun, penyakit busuk lunak, penyakit karat, penyakit damping off, dan penyakit ujung keriting.

  1. Panen dan pasca panen

Tanaman buncis di panen pada saat berumur 60 hari dengan cara memetiknya denganmenggunakan tangan, yang mana polongnya berwarna agak mudam kulitnya agak kasar serta biji dan polongnya belum menonjol. Setelah dipanen tanaman buncis bisa disimpan di tempat yang dingin dan tanaman buncis siap untuk dikonsumsi dan dipasarkan. Proses panen pada tanaman buncis dilakukan bertahap, dan panen dihentikan ketika tanaman buncis berumur lebih dari 80 hari atau setelah 7 kali panen.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *