Bunga Potong Krisan Saat Ini Masih Menjadi Primadona

Bunga Potong Krisan Saat Ini Masih Menjadi Primadona – Di sepanjang jalan Bukit Berbunga, Punten, Bumiajia, kota Batu, Malang, anda akan takjub oleh suguhan alam tentang beragam jenis bunga hias yang dijual secara komersil oleh warga sekitar.

pengebang

Berjejer rapi belasan penjual yang berjajar di pinggir sepanjang jalan raya, mereka adalah penjual besar atau kecil beragam tanaman hias mahal sehingga para pengunjung yang berminat untuk membeli tanaman bunga hias tidak usah merasa khawatir lagi kekurangan koleksi tanaman hias dengan harga yang bersaing.

“Hampir setiap hari ada saja yang membeli bunga, laku terus, ” ungkap Halimah adalah seorang penjual bunga hias yang kerap mangkal di toko bunganya dari pagi hingga sore hari untuk menunggu pembeli.

Jualan bunga hias menurut beliau kelihatannya sepele, namun anda jangan heran karena keuntungannya lumayan besar dan ini sudah beliau buktikan sejak 25 tahun berjualan bunga.

“ Kalau hari – hari libur biasanya banyak yang beli, bahkan kalau rombongan bisa beli sampai puluhan pot bunga, ” ceritanya.

Jenis bunga yang dijual oleh Halimah adalah lebih dari 30 macam, di antaranya yang menjadi primadona adalah tanaman bunga Krisan yang dijual seharga Rp. 20 ribu per bibit usia semai.

Selanjutnya ada juga tanaman bunga Ekor Tupai dengan harga jual kisaran Rp. 10 ribu, Asalian Rp. 50 – 60 ribu, Alancu Rp. 15 ribu, Pacar Bangkok Rp. 15 ribu, dan Perak Salju Rp. 12 ribu sampai Rp. 40 ribu. “ Enggak tanam sendiri mas, saya ambil dari petani di kampung.

Saya jual saja,” tandas perempuan asal Madura ini kepada beberapa pengunjung yang kebanyakan adalah berprofesi sebagai pelajar dan mahasiswa/wi.

Sedangkan langganan terbesar pembeli bunga hias di sini, sambung Halimah, sebagian besar adalah warga dari kota ( warga Batu dan Malang ), beberapa yang lainnya adalah dari wilayah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah dan pulau Bali.

Tanaman Hias Primadona Wanita : Bunga Krisan

Bunga Krisan asal Belanda ternyata mampu tumbuh subur di desa tersebut di atas dimana sesuai dengan daerah asalnya tersebut yang rata – rata berhawa dingin dan mencukupi kebutuhan air, tanaman ini sangat cocok dikelola oleh petani bunga dalam skala besar.

Seperti yang dilakukan oleh ibu Halimah, salah seorang penjual bunga hias di pinggir jalan dan petani yang mengembangkan bisnis bunga Krisan, dengan memakai media rumah kaca, bunga Krisan mampu tumbuh sesuai dengan ukuran standar yaitu 1,5 meter, dengan diameter bunga bisa mencapi 5 cm.

Seperti diketahui bahwa tanaman hias bunga Krisan mempunyai berbagai macam pilihan warna.

Beberapa petani menanamnya sesuai dengan warna untuk memenuhi permintaan pasar yang dominan adalah warna putih dan kuning.

Namun warna – warna lain seperti ungu, merah, pink, dan warna – warna kombinasi tetap disediakan untuk pengunjung baru.

Bunga Krisan akan memasuki usia panen setelah berusia 3 bulan dari masa semai dengan catatan anda harus melakukan perawatan yang rutin setiap hari yaitu dari memperhatikan hal – hal kecil dengan memangkas rumput – rumput yang ada di sekitar pohon serta membersihkan daun – daun yang kering ketika tanaman menginjak usia dewasa dan sebentar lagi akan berbunga.

Harga jual bunga Krisan per ikat yang berisi 10 tangkai dibandrol Rp. 11.000,- dan saat ini permintaan pasar khususnya dari kota Malang cukup tinggi, terbukti dalam seminggu, Halimah mampu memenuhi permintaan pengiriman sebanyak 3 kali masing – masing dalam jumlah besar yaitu sekitar 200 hingga 300 ikat.

Baca Artikel Lainnya :

Hal tersebut di ataslah yang membuat para petani bunga besar dan kecil suka melakoni bisnis ini sebagai bisnis yang menjanjikan. Selain membutuhkan biaya perawatan yang sedikit, harga jual dan permintaan bunga dibeberapa daerah di luar Malang semakin menjanjikan.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *