Cara Budidaya Bawang Daun (Allium fistulosum) Dengan Baik

Cara Budidaya Bawang Daun (Allium fistulosum) Dengan Baik – Bawang daun merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang berpotensi dan dikembangkan secara intensif juga komersil. Bawang daun biasanya banyak digunakan dalam masakan dan juga sebagai obat kembung serta peluruh kentut.

Untitled

Klasifikasi tanaman bawang adalah:

Kingdom : Plantae,

Divisio : Spermatophyta,

Subdivisio : Angiospermae,

Class: Monocotyledonae,

Ordo : Liliaceae,

Family : Liliales,

Genus : Allium,

Species : Allium fistulosum L.

Morfologi tanaman daun bawang adalah memiliki akar serabut, daun bulat panjang, dan berlubang seperti pipa. Struktur bunganya sama dengan bawang merah dan warna bunganya putih. Bijinya yang masih muda berwarna putih dan bijinya yang telah tua berwarna hitam.

Syarat tumbuh bawang daun adalah mampu tumbuh di dataran tinggi maupun rendah yaitu pada ketinggian sekitar 250-1.500 m dpl. Curah hujannya yaitu sekitar 1.500-2.000 mm per tahun dan suhunya yaitu 18 °C -25 °C. Tanahnya dengan pH netral 6,5 – 7,5. Tanaman bawang daun termasul tanaman tahunan yang dibudidayakan secara semusim atau dua musim.

Teknis Budidaya Tanaman Bawang Daun adalah :

  1. Pembibitan

Pembibitan pada tanaman bawang daun dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu dengan menggunakan benih dan menggunakan anakan. Pembibitan dengan menggunakan benih, dengan cara menyemai benih di bedengan tempat pembibitan dengan cara ditaburkan. Sedangkan pembibitan dengan menggunakan anakan yaitu dengan cara menggunakan rumpun yang berumur 2,5 bulan, sehat serta tidak terserang hama.

  1. Pengolahan Tanah

Pengolahan lahan dilakukan dengan cara membersihkan lahan dari tumbuhan liar, gulma, dan rumput kemudian membuat bedengan bisa dengan cara di cangkul atau di bajak. Tanah yang telah di olah dicampurkan dengan pupuk kandang sekitar 10 – 15 ton/ha sebagai pupuk dasar.

  1. Penanaman

Penanaman tanaman bawang daun umumnya di tanam dengan pola tanam tumpang sari. Seperti tumpang sari dengan tanaman sayuran lain, cabe, dan wortel. Kemudian bibit tanaman daun ditanama pada lubang tanam yaitu dengan jarak 20 cm x 20 cm dengan kedalaman 10 cm.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman bawang daun dilakukan dengan melakukan penyulaman, penyiangan, pembubunan, penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.

  • Penyulaman dilakukan pada tanaman bawang daun yang tumbuh abnormal atau mati. Penyiangan dilakukan untuk membuang gulma disekitar tanaman bawang daun.
  • Pembubunan dilakukan pada bagian dasar tunas pada saat 4 minggu sebelum panen. Sedangkan penyiraman dilakukan agar tanah tetap lembab dan tanaman bawang daun bisa tumbuh dengan baik.
  • Pemupukan dilakukan ketika bawang daun berumur 25-30 hari setelah tanam dengan menggunakan Pupuk Organik sesuai dengan kebutuhan bawang daun.
  • Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan pengendalian kimia, mencabut tanaman sakit, dan pengendalian mekanis. Hama yang sering menyerang tanaman bawang daun adalah ulat bawang atau ulat grayak (Spodoptera exiqua ), Thrips atau kutu loncat (Thrips tabbaci Lind), ulat tanah, bercak ungu, busuk daun, antraknose, dan busuk leher batang.
  1. Panen dan Pasca Panen

Panen pada tanaman bawang daun dilakukan pada saat bawang daun berumur 2 – 2,5 bulan setelah tanam. Pemanenan dilakukan dengan cara rumpun tanaman bawang daun dibongkar dengan cangkul atau kored, kemudian akar dibersihkan dengan air dan diikat kemudian tanaman bawang daun siap untuk dikonsumsi atau dipasarkan.

Baca Artikel Lainnya :

 

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

One thought on “Cara Budidaya Bawang Daun (Allium fistulosum) Dengan Baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *