Cara Budidaya Burung Kenari Bagi Pemula

Saat ini Kenari banyak dipilih pecinta burung untuk mengisi rumah. Selain warnanya yang cantik, kicaunya juga dapat menentramkan hati. Banyak pehobi burung rela merogoh kocek yang sangat dalam bila terlanjur jatuh hati.

Untitled

Dengan demikan kiranya potensi ini bisa dilirik sebagai lahan pendapatan sampingan yang cukup menggiurkan. Pasalnya dalam budidaya ini tidak membutuhkan ketrampilan khusus. Yang lebih dibutuhkan adalah ketelatenan dan kesabaran.

Untuk memulai budidaya burung ini baiknya dipelajari tentang dasar-dasarnya. Tujuannya untuk memudahkan dalam ruang gerak sehingga proses budidaya tidak mengalami kendala berarti. Jangan sampai memiliki Kenari dalam jumlah banyak tapi tidak tahu cara memaksimalkannya.

Hal pertama yang harus diketahui adalah cara membedakan Kenari jantan dan betina. Hal ini menjadi penting karena harga jual masing-masing burung berbeda. Selain kualitas kicau, harga juga akan sangat dipengaruhi oleh jenis kelamin.

Jenis kelamin burung pekicau ini sudah terlihat sejak usia lima bulan. Kenari jantan memiliki warna lebih terang daripada yang betina. Selain itu dari bentuk kepala diketahui bahwa Kenari jantan bentuk kepala lebih pipih sedang yang betina berkepala lebih bulat.

Secara struktur atau bentuk juga dapat dibedakan. Kenari jantan biasanya duduk lebih tinggi daripada yang betina. Ketika dicampur kalau sedang tidak ingin kawin maka keduanya tidak akan akur.

Cara lain untuk membedakan jenis kelamin adalah dengan melihat dubur atau saluran pembuangannya. Pada Kenari jantan akan ada tonjolan pada bagian duburnya sedang pada burung betina tidak ada.

Budidaya Kenari itu lekat dengan bagaimana menghasilkan anakan yang banyak dan berkualitas. Jangan sampai mengawinkan Kenari yang belum siap (terlalu muda) atau terlalu tua. Usia minimal Kenari jantan adalah 8 bulan, sedang yang betina 6 bulan.

Perkawinan akan terjadi dengan baik bila ditempatkan pada sangkar yang baik pula. Agar stabil sangkar harus diletakan pada tembok dan jauhkan dari gangguan suara bising seperti suara kendaraan bermotor atau keributan.

Pastikan juga kebersihan kandang dari serangga atau semut setiap pagi dan sore. Beri pakan secukupnya tiap pagi dan sore pula. Beri pakan secukupnya agar tidak menimbulkan kotoran berlebih.

Bila beberapa hal diatas telah terpenuhi maka perjodohan telah bisa dimulai. Burung itu sama seperti hewan yang lain, dimana mereka untuk berjodoh memerlukan waktu dan kecocokan.

Banyak diantara pelaku budidaya pemula yang stress karena segala upaya telah dilakukan tapi tetap tidak berjodoh. Namun bagi yang telah ahli seolah itu semua hanyalah rutinitas dan tidak ada lagi hambatan.

Perjodohan ini akan lebih mudah bila memelihara dari kecil karena burung-burung itu telah cukup lama bersama. Lain halnya bila membeli burung dengan cara eceran dan cukup usia maka proses perkawinannya akan lebih susah karena butuh waktu lebih lama untuk adapatasi dan menemukan kecocokan.

Triknya bila ingin mengawinkan Kenari matang adalah menempatkan masing-masing burung dalam sangkar berbeda. Keduanya diletakan berdekatan tapi tetap jaga jarak. Hal ini dilakukan sampai keduanya siap kawin.

Baca Artikel Lainnya :

Tanda kedua burung siap kawin adalah adanya keinginan untuk masing-masing burung mendekat. Dalam keadaan ekstrim burung jantan akan menabrak sangkar sedang burung betina akan menggeleparkan sayapnya sebagai tanda siap kawin. Interaksi akan semakin intens pada sore hari atau ketika burung mengantuk.

Bila dirasa keinginan untuk kawin benar-benar siap maka keduanya bisa ditempatkan dalam satu sangkar. Jangan lupa dalam sangkar tersebut disiapkan bahan yang bisa digunakan untuk bertelur. Kalau tidak mau repot bisa membeli dan ditempatkan pada sisi kandang.

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *