Cara Budidaya Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.)

Cara Budidaya Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.) – Brokoli merupakan salah satu tanaman sayuran di Indonesia yang sudah cukup populer sebagai bahan pangan. Klasifikasi tanaman brokoli adalah kingdom : plantae, divisi : magnoliophyta, kelas : magnoliopsida, ordo : capparales, famili : brassicaceae, genus : Brassica L, species : Brassica oleracea L.

brokoli

Morfologi tanaman brokoli yaitu rmemiliki sistem perakaran yang dangkal yaitu sekitar 20 cm – 30 cm menyebar ke samping. Batangnya berwarna hijau, dan bulat. Sedangkan daunnya berbentuk oval dan tepi daunnya bergerigi, berwarna hijau, agak keras, berlapis lilin dan tumbuh berselang – seling pada batang tanaman.

Syarat tumbuh tanaman brokoli adalah memiliki pH tanah 6 – 6,8. Tanaman brokoli cocok ditanam pada ketinggian 1000  –  2000 m dpl dengan curah hujan 1000  –  1500 mm/tahun, dan kelembaban tanah 60 –  100 % serta suhu sekitar 18 0C  –  20 0C.

Teknis budidaya tanaman brokoli adalah :

1). Persiapan bibit

Benih yang akan digunakan untuk bibit terlebih dahulu diseleksi dengan cara merendam biji di dalam air. Hal ini bertujuan untuk mengetahui benih yang baik akan tenggelam. Kemudian benih disemaikan dengan cara menabur benih secara merata di bedengan tempat persemaian.

2). Persiapan lahan

Persiapan lahan yaitu membersihkan lahan dari tanaman liar dan gulma. Kemudian membuat bedengan dengan lebar 80 – 100 cm, dan tinggi 35 cm dengan menggunakan cangkul. Kemudian mencampur tanah dengan pupuk kandang sebagai pupuk dasar sekitar 12 – 18 ton/ha.

3). Penanaman

Penanaman dilakukan pada bibit brokoli yang telah berumur satu bulan atau bibit yang sudah memiliki 3 – 4 helai daun dengan cara memasukkan bibit ke dalam lubang tanam yang telah dibuat. Jarak tanam yang digunakan yaitu 50 cm x 50 cm.

4). Pemeliharaan

Pemeliharaan pada tanaman brokoli yang dilakukan adalah penyulaman, perempalan, penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.

  • Penyulaman dilakukan pada tanaman brokoli yang tumbuh abnormal atau mati. Sedangkan perempalan tunas cabang dilakukan pada tanaman brokoli agar ukuran serta kualitas bunga brokoli terbentuk optimal.
  • Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari agar tanahnya tetap terjaga kelembabannya. Sedangkan penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma yang tumbuh disekitar tanaman brokoli.
  • Pemupukan dilakukan pada saat tanaman brokoli berumur 1 minggu setelah tanam, 3 MST, dan 5 MST. Dosis pupuk yang digunakan pada saat brokoli berumur 1 MST adalah urea sebanyak 44 kg/ha/musim tanam + ZA sebanyak 93 kg/ha/musim tanam + KCl sebanyak 45 kg/ha/musim tanam. Dosis pupuk yang digunakan pada saat brokoli berumur 3 MST adalah urea sebanyak 44 kg/ha/musim tanam + ZA sebanyak 93 kg/ha/musim tanam + KCl sebanyak 45 kg/ha/musim tanam. Dosis pupuk yang digunakan pada saat brokoli berumur 5 MST adalah urea sebanyak 44 kg/ha/musim tanam + ZA sebanyak 93 kg/ha/musim tanam + KCl sebanyak 45 kg/ha/musim tanam.
  • Pengendalian hama dan penyakit yaitu dengan cara penyemprotan dengan menggunakan pestisida. hama yang sering menyerang tanaman brokoli adalah agrotis ipsilon, spodoptera litura, Aphis sp., Liriomyza brassicae. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman brokoli adalah busuk lunak , akar gada, busuk hitam, dan pekung.

5). Panen dan pasca panen

Pemanenan tanaman brokoli dilakukan pada saat tanaman brokoli berumur 50 – 70 hari setelah tanam. Proses pemanenan brokoli dilakukan dengan cara memotong batang dan menyertakan 3 – 4 helai daunnya. Kemudian hasilnya dikumpulkan di tempat yang teduh dan dibersihkan. Tanaman brokoli siap untuk dipasarkan.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *