Cara Memahami Tangisan pada Bayi

Pada umumnya, bayi akan menangis sekitar 1 – 3 jam per hari. Menangis biasanya dilakukan untuk mencari perhatian supaya orang tuanya memenuhi keinginannya.

Namun, cara mencari perhatian lewat menangis ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia si kecil karena ia sudah bisa mempelajari cara lainnya seperti eye contact dan tersenyum.

k 139

Si kecil biasanya menangis karena lapar, namun bagaimana Anda tahu ia menangis karena lapar? Bagaimana kalau ada alasan lainnya? Priscilla Dunstan dalam buku Dunstan Baby Language akan menjelaskannya untuk Anda, seperti berikut ini.

  • Tangisan karena lapar

Semakin sedikit usia si kecil, semakin sering ia merasa lapar. Karena perut si kecil masih terlalu kecil untuk bisa mencerna banyak ASI, maka wajar bila ia sering lapar karena tidak bisa mengkonsumsi ASI sebanyak yang ia mau.

Tangisan bayi karena lapar akan lebih keras dan berlangsung lebih lama. Suara tangisannya terdengar seperti kata “neh” yang panjang dan hanya akan terputus saat si kecil mengambil napas. Setelah itu, ia akan meneruskan kembali tangisannya.

  • Tangisan karena capek

Ketika si kecil terlalu capek, tangisan si kecil akan terdengar merengek-rengek, ia juga terdengar meraung dengan suara melengking. Anda juga mungkin mendengar efek suara seperti “wah wah” dan kadang suara ini membuat si kecil bergetar dan sedikit menggigil.

  • Tangisan ingin sendawa

Beginilah si kecil imut kita, sendawa pun ia menangis. Lucu sekali bukan? Kita benar-benar harus memberinya perhatian ekstra.

Ketika si kecil ingin sendawa, tangisannya akan terdengar seperti kata “eh” panjang. Karena di dadanya terdapat gelembung udara yang tersangkut, maka tubuhnya akan secara otomatis mengeluarkannya sehingga terdengar seperti itu.

Ketika ini terjadi, sebaiknya Anda menggendong si kecil dan menepuk punggungnya secara halus dan perlahan sehingga si kecil akan lebih mudah mengeluarkan gelembung udara yang tersangkut di dadanya.

  • Tangisan karena tidak nyaman

Tidak nyaman disini mungkin karena popok yang dipakai si kecil sudah terlalu basah sehingga membuatnya gatal, atau udara panas juga bisa membuatnya merasa kegerahan sehingga menangis.

Tangisan karena merasa tidak nyaman ini biasanya berbunyi “heh” dengan efek suara melengking dan napasnya sedikit tersendat.

  • Tangisan karena ingin buang gas

Hal ini bisa terjadi karena si kecil tidak berhasil sendawa sehingga gas tadi akan mencari jalan keluar melalui sistem digestifnya.

Saat hal ini terjadi, ia mungkin akan menangis dengan suara yang terdengar seperti “eir”. Pada kondisi ini, si kecil mungkin juga mengangkat kedua kakinya untuk mempermudah gas untuk keluar.

Petunjuk pada Dunstan Baby Language memang tidak sepenuhnya sama dengan kondisi semua bayi di dunia. Namun, metode ini telah dicoba oleh banyak orang tua di dunia dan terbukti efektif membantu mereka mengenali arti tangisan bayinya.

Mari Zentis, seorang perawat persalinan di Wellesley Hospital, Newton, telah mencoba metode Dunstan Baby Language namun hasilnya, ia menyadari bahwa bayi mengeluarkan lebih banyak suara dari yang telah dipaparkan Dunstan.

Baca Artikel Lainnya :

Meski begitu, metode ini tetap bermanfaat bagi para orang tua khususnya mereka yang baru saja menjadi orang tua, untuk memahami tangisan bayinya.

Jadi, bunda jangan terlalu panik saat si kecil menangis kencang, mungkin ia hanya ingin bunda peluk saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *