Cara Mempertahankan Organisme Tanah

Tanah adalah salah satu sumber kehidupan penting yang ada di bumi. Permukaannya menutupi pada seluruh kerak bumi. Selain berguna sebagai penyedia dari unsur hara sekaligus tegakan bagi seluruh tumbuhan, tanah juga termasuk sebagai habitat serta sumber makanan bagi sebagian organisme seperti halnya protozoa, bakteri, cacing, cendawan, serangga dan lain sebagainya.

1

Manfaat tanah dan organisme yang hidup di dalamnya

Setiap organisme yang berada dalam tanah turut berperan di dalam berbagai siklus unsur hara yang ada di bumi ini seperti nitrogen (N), karbon (C) dan lain sebagainya. Misalnya saja bakteri rhibozbium yang mampu mengikat nitrogen bebas ke dalam tanah.

Sementara untuk peran tahan yang tentunya tidak kalah penting yaitu menguraikan bahan-bahan organis sejenis serasah daun, sisa-sisa buah, bangkai dan lain sebagainya. Dimana bahan-bahan yang disebutkan tersebut turut membantu menyediakan sumber hara bagi tumbuhan.

Sedangkan cacing dan juga fauna-fauna seperti rayap, semut dan organisme tanah lainnya membantu tanah di dalam membentuk struktur tanah dengan cara memindahkan butir-butir tanah. Selain itu, ada sebagian air bersih yang terdapat di daratan atau di bagian bawah permukaan tanah sebagai sumber daya yang saat ini sangat dibutuhkan oleh manusia seiring dengan volumenya yang semakin berkurang.

Tanah tidak akan terlepas dari berbagai aktivitas manusia, terutama pada bidang pertanian. Hingga saat ini, tanah juga masih menjadi media tanam yang utama bagi kegiatan pertanian. Bahkan bahan tambang sebagian besar juga masih berada jauh di bawah permukaan tanah. Termasuk juga dengan bangunan yang anda gunakan untuk bernaung. Sehingga hal-hal tersebut tentu saja memiliki suatu pengaruh yang cukup besar terhadap aktivitas, populasi dan juga biodervitas organisme tanah.

Sistem tradisional dan organik untuk pertahankan organisme tanah

Pengelolaan tanah berkelanjutan sangatlah dibutuhkan dalam menjaga biodiversitas tanah. Dimana pengelolaan tersebut dapat anda lakukan melalui sistem pertanian organik dengan penggunaan bahan-bahan argokimia secara minim atau bahkan meniadakan penggunaannya.

Misalnya dengan lebih menggunakan kompos yang dibuat dari bahan-bahan organik untuk membantu menyuburkan tanah dan juga memberikan asupan nutrisi pada tanaman. Pengelolaan tanah secara minimum juga dapat digunakan untuk menjaga struktur tanah.

Rotasi tanaman serta pemberian lahan seperti yang dahulu pernah dilakukan oleh nenek moyang di tanah pertanian juga akan sangat membantu untuk memperbaiki kondisi tanah, terutama setiap kali setelah pengolahan di dalam masa tanam.

Cara-cara tersebut mungkin memang tidak selalu dapat menghasilkan produktivitas melimpah, namun akan sangat baik di dalam menjaga ekosistem tanah dan tentunya mempertahankan organisme tanah. Karena ketika organisme tanah terjaga, maka akan tercipta sebuah struktur serta kesuburan tanah yang lebih baik. Terutama tumbuh-tumbuhan yang ada akan mendapatkan media tanam sekaligus nutrisi lebih baik.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *