Cara Mendeteksi Stroke Melalui Metode DSA

Cara Mendeteksi Stroke Melalui Metode DSA – Stroke adalah serangan otak yang muncul secara mendadak akibat dari penyumbatan ataupun pecahnya pembuluh darah otak. Hal ini dapat berakibat fatal yaitu kematian.

Untitled

Meskipun begitu, deteksi stroke saat ini bisa dilakukan guna mengetahui adanya kelainan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan terjadinya stroke.

Tes yang sangat direkomendasikan guna mendeteksi stroke yaitu Digital Substraction Angiography (DSA).

Adapun tes ini adalah pemeriksaan untuk pembuluh darah otak dengan tujuan melihat aliran di dalam pembuluh arah arteri hingga ke jaringan vena secara langsung sekaligus terus menerus menggunakan bantuan angiografi maupun kateterisasi.

DSA dilakukan menggunakan kateter

Berdasarkan penjelasan dokter spesialis radiologi intervensi, dr. Jacub Pandelaki, metode DSA dilakukan dengan cara memasukkan kateter (selang dengan ukuran sangat kecil) ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah yang ada di kaki.

Selanjutnya dokter menyemprotkan cairan kontras sehingga kemudian bisa terpantau alat X-Ray.

Dimana setelah cairan kontras disuntikkan, pembuluh darah bisa terlihat melalui gambaran tulang dan juga area sekitarnya. Jacob juga mengatakan bahwa hampir semua pembuluh darah yang ada di dalam tubuh bisa diperiksa menggunakan DSA.

Sehingga bisa dikatakan jika metode ini mampu mendeteksi ada atau tidaknya penyakit lain yang berkaitan dengan pembuluh darah.

Pasien dengan faktor risiko tinggi disarankan melakukan tes DSA

Tes DSA pada dasarnya sangat disarankan bagi pasien dengan gejala maupun faktor risiko tinggi seperti halnya perokok, tekanan darah tinggi hingga menderita diabetes. Jika dirasa ada kelainan yang terlalu mencurigakan, maka bisa dilakukan tes atau pemeriksaan DSA.

Bagi kelainan yang terjadi pada pembuluh darah otak, bisa dikatakan tingkat akurasi dari pemeriksaan ini akan mencapai angka 98%, selama ditangani oleh ahlinya.

Sedangkan untuk efek samping yang paling mungkin muncul adalah alergi yang diakibatkan oleh cairan kontras berupa gatal-gatal atau rasa mual. Sementara akibat penusukan jarum pada pembuluh darah di kaki akan menyebabkan bengkak sebab umumnya pasien terburu-buru ingin bisa berjalan.

Sebagai tambahan informasi, untuk 1 kali pemeriksaan DSA Anda harus mengeluarkan biaya antara Rp 15 hingga 20 juta.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *