Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Kata Negatif

Semua yang namanya anak-anak pasti ada saja perilakunya yang kadang tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Lalu bagaimana cara yang tepat agar anak dapat mengubah perilaku yang salah dan tidak disiplin?

f 39

Menegur anak memang tidak salah, tapi menurut Naomi Soetikno seorang psikolok dari Universitas Tarumanegara dalam menegur anak justru harus dilakukan dengan jelas dan tegas. Akan tetapi Anda perlu emnghindari kata-kata negatif yang sekiranya dapat menjatuhkan harga diri anak.

Kata-kata negative tersebut diantaranya seperti nakal, atau bodoh sebaiknya Anda hindari. Mengancam anak juga sebaiknya tidak dilakukan.

“Kata-kata yang dapat menjatuhkan anak dan ataupun intonasi suara tertentu yang bisa membuat anak ciut sebaiknya dihindari. Jika hal ini menjadi kebiasaan yang sering terjadi, lama-lama anak akan mengalami rasa percaya diri yang kurang dan juga pola konsep diri yang baik,” kata Naomi.

Selain itu Anda sebagai orng tua juga perlu untuk memperhatikan pilihan kata yang akan Anda gunakan untuk menegur anak Anda agar tidak menjadi rancu untuk diartikan anak.

Misal saat Anda menemui anak Anda menumpahkan makanan. Jangnlah Anda berkata “sayang, kok tumpah sih makanannya,” yang menajadikannya rancu adalah kata sayang karena biasanya anak Anda mendengarnya saat Anda memeluknya.

Sama halnya saat Anda menegur anak Anda, maka fokuslah pada perilakunya. Misal, “adik itu makanannya tumpah nanti bajunya bisa kotor”.

Jadi And aperlu memberitahukan perilakunya. Dengan begitu anak Anda tidak akan rancu dalam mencerna kalimat dan menyebabkannya bingung. Selain itu dengan kata-kata yang pas juga tidak akan menjatuhkan rasa percaya dirinya seperti saat Anda marah dan memakinya.

Karena semakin sering anak menerima label negative, maka akan semakin mengantar anak pada kegagalan yang berulang. Selain itu yang berbahaya adalah kondisi psikologis anak juga dapat terluka.

Walau demikian, memang selalu ada saat tertentu yang dapat membuat orang tua kehilangan kesabaran. Capek setelah seharian bekerja, ataupun sedang ada masalah dengan pasangan, hal tersebut memang akan mudah memancing Anda untuk marah.

Baca Artikel Lainnya :

Memang berhadapan dengan orang lain itu seperti Anda emmandang cermin, Anda akan mudah terpengaruh. Untuk itu agar tidak mudah terpancing emosi, lakukanlah stabilisasi yaitu dengan cara menurunkan tingkat emosi Anda dengan menarik nafas, memegang sebuah benda yang ada di sekitar Anda dan rasakan benda tersebut agar membuat Anda kembali pada kesadaran. Dengan seperti itu maka logika akan kembali normal.

Selain itu Anda juga harus sering meningkatkan kebersamaan bersama anak agar lebih mudah dalam memahami anak Anda dan memberikan komentar yang positif. Berikan selalu apresiasi, bukan hanya pujian tapi juga pada kondisi situasi konkrit yang terjadi.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *