Cara Mengelola dan Mengurangi Sampah dengan 4R

Cara Mengelola dan Mengurangi Sampah dengan 4R – Sampah adalah hal yang tidak asing dan familiar di telinga kita. Di kota-kota besar (Jakarta, Bandung, dsb) terdapat berjuta-juta ton sampah yang menumpuk akibat tidak ada pengelolaan baik dari masyarakatnya sendiri atau pemerintah setempat. Apa itu sampah? Sampah merupakan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi dan dianggap tidak bermanfaat sehingga kita buang. Setiap hari setiap individu menghasilkan sampah, misalnya bungkus jajan, botol minum dan sampah lainnya.

Untitled

Jadi banyak sekali sampah yang dihasilkan oleh manusia, belum lagi sampah dari perusahaan-perusahaan, perkantoran, rumah sakit, tempat wisata, mal atau pabrik-pabrik. Sampah yang tiap hari jumlahnya bertambah dan bertambah tentunya akan sangat mengganggu. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah yaitu mencemari lingkungan (tanah, air dan udara) dan menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga akan berdampak pada kesehatan kita. Nah bagaimana cara mengelola dan mengurangi sampah dengan tepat? Jika tidak dikelola dn dikurangi, sampah akan semakin menumpuk menjadi gunungan sampah. Bayangkan jika kita melihat gunungan sampah??? Sesuatu yang tidak terbayang dan tidak diharapkan pastinya. Biasanya mengelola sampah yaitu dengan 3R tetapi kini menjadi 4R yaitu reduce, reuse, recycle dan replace.

Reduce (Mengurangi)

Agar mengurangi produksi sampah yang kita hasilkan, kita bisa meminimalkan atau mengurangi benda-benda yang sekali pakai saja. Misalnya saat berbelanja kita membawa tas sendiri dari rumah (tidak perlu menggunaakan kantong plastik), membawa air minum dengan botol sehingga mengurangi sampah botol plastik, jika kita beli koran atau majalah jangan langsung dibuang tetapi bisa di daur ulang terlebih dahulu atau di jual ke tukang loak, dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa kita minimalisir untuk mengurangi produksi sampah.

Reuse (Menggunakan Kembali)

Sampah dianggap sesuatu yang tidak bernilai serta tidak bermanfaat lagi, tetapi bagi sebagian orang yang kreatif dan inovatif sampah dapat diubah menjadi barang yang bernilai guna atau bernilai jual. Kita dapat memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai lagi menjadi sesuatu yang dapat kita gunakan yaitu dengan cara mengubah funggsinya. Misalnya menggunakan memodifikasi kaleng bekas sebagai pot tanaman, tempat pensil, celengan dan lain sebagainya; baju bekas dapat digunakan sebagai lap, membuat kerajinan tangan (handycraft) dari barang bekas sehingga akan tercipta kreatifitas dan melath ketrampilan.

Recycle (Mendaur Ulang)

Sampah-sampah dapat dia daur ulang menjadi sesuatu atau barang yang bernilai setelah melalui tahapan atau proses. Kita dapat memilah-milah sampah organik dan nnon organik atau pada saat pembuangan disediakan tempat sampah yang berbeda sehingga kita tidak perlu memilah-milah lagi. Misalnya sampah organik dapat daur ulang menjadi pupuk kompos yang dapat menyuburkan tanaman dan tanah. Sedangkan sampah anorganik dapat kita salurkan ke petugas daur ulang atau bank sampah di daerah anda.

Replace (Mengganti)

Kita dapat mengganti barang-barang yang kita gunakan dengan bahan yang ramah lingkungan. Sebagai contoh kita dapat mengganti kantong plastic biasa dengan kantong plastik yang biodegradable sehingga lebih ramah lingkungan karena plastic tersebut lebih cepat terurai, mengganti kantong plastik dengan tas kain perca dan sebagainya.

Cara mengelola sampah dengan 4R dapat anda aplikasikan di rumah, dengan begitu tidak akan ada sampah yang menumpuk serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan kenyamanan bagi diri kita. Ayo selamtkan lingkungan kita dari sekarang..!!!

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

2 thoughts on “Cara Mengelola dan Mengurangi Sampah dengan 4R

  1. evun

    kalo 4R ini cuma jadi selogan , kalo ada coba bikin sebuah sistem dimana sitem ini bisa teruji secara continue dan bisa di terapkan di semua kampung atau desa

    Reply
    1. Mas Joko Post author

      Sebenarnya si bukan hanya selogan, namun tidak ada yang mau mendukung sistem ini berjalan.. pemerintah sendiri sudah menyerukan kepada dinas ataupun pihak terkait untuk menjalankannya namun apabila masyarakat tidak turut serta dalam kegiatan ini tentunya sangat sulit sekali hal ini berjalan..

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *