Cara Menghasilan Tanaman Seledri Organik

Cara Menghasilan Tanaman Seledri Organik – Seledri atau dalam bahasa latin Apium graveolens merupakan salah satu tanaman yang hidup subur di wilayah dataran tinggi. Tanaman seledri bisa tumbuh subur di wilayah yang memiliki ketinggian antara 1000 sampai 1200 meter di atas permukaan air laut. Namun tak menutup kemungkinan bahwa seledri juga bisa hidup di daerah dataran rendah, dengan catatan bukan daerah yang rawan banjir. Dikarenakan tanaman seledri sangat rentan terhadap curah hujan yang tinggi.

dfr

Tanaman seledri ini masuk ke dalam keluarga Umbelliferae ini memiliki banyak sekali manfaat, mulai dari manfaat untuk dikonsumsi hingga dijadikan obat. Daun seledri biasa kita temui di beberapa jenis makanan sebagai penghias hidangan atau sebagai lalap. Biji seledri juga bisa dimanfaatkan sebagai penyedap makanan. Selain itu ekstrak tanaman seledri bisa digunakan sebagai obat yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Tak heran banyak orang yang ingin mencoba menanam dan membudidayakan tanaman serbaguna ini. Salah satu jenis seledri yang sangat baik adalah seledri organik. Seledri organik ini dikembangan dengan tanpa bantuan bahan kimia apapun. Jadi tanaman yang dihasilkan tentunya juga lebih sehat.

1. Penanaman Seledri Organik
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin menanam seledri. Untuk menanam seledri biasanya menggunakan dua cara. Yang pertama adalah cara generatif dimana menggunakan biji seledri sebagai cikal bakal tanaman. Cara ini biasanya digunakan pada budidaya seledri skala besar. Sedangkan cara yang kedua adalah cara vegetatif dengan menanam anakan dari tanaman seledri. Cara ini kerap digunakan untuk menanam seledri skala rumahan di media polybag.

Penanaman generatif dilakukan dengan cara disemai. Namun sebelum disemai, biji seledri harus direndam dalam air hangat dengan suhu 50 sampai 60 derajat celsius selama satu jam. Setelah selesai direndam, biji kemudian disemai di wadah yang sudah diberi tanah dan kompos. Yang harus diperhatikan adalah, hindarkan biji yang telah disemai dari sinar matahari dan air hujan secara langsung. Caranya bisa dengan meletakkan plastik bening di atas tempat penyemaian benih.

Sedangkan menanam dengan cara vegetatif adalah dengan mengambil anakan yang tumbuh di samping seledri terdahulu kemudian dipindah ke tempat lain. Tempat yang digunakan bisa berupa pot ataupun polybag.

2. Perawatan Seledri Organik
Perawatan tanaman seledri sendiri terbilang cukup mudah. Tanaman perlu disiram setiap pagi dan sore sampai tanaman berumur satu minggu. Setelah umur seledri lebih dari satu minggu, penyiraman tanaman cukup dilakukan dua sampai tiga kali dalam seminggu. Tergantung cuaca juga. Jika cuaca terik maka perlu ditambah intensitas penyiraman, begitu juga sebaliknya.

Gunakan pupuk organik untuk membantu menyuburkan tanaman seledri. Sangat dianjurkan untuk menggunakan pupuk organik cair karena lebih mudah. Pupuk organik cair dapat dijumpai di toko-toko yang menjual pupuk atau toko pertanian.

Ada beberapa jenis hama yang patut diwaspadai dan biasanya menyerang seledri, yakni ulat tanah, kutu, dan keong. Hama tersebut dapat dihilangkan menggunakan tangan apabila di budidaya skala kecil. Jika hama menyerang tanaman skala besar, maka bisa menggunakan bantuan pestisida organik.

3. Panen Seledri Organik
Pemanenan seledri bisa dilakukan berkali-kali setelah seledri berumur satu sampai tiga bulan pasca penanaman, tergantung jenisnya juga. Untuk periode atau frekwensi panennya sendiri bisa dilakukan setiap satu sampai dua minggu sekali sampai tanaman seledri sudah tidak produktif lagi. Apabila seledri sudah tidak produktif bisa diganti dengan tanaman yang baru.

 

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *